CSR PT Suzuki dan PT Harrosa Tak Sekadar Bantuan, SMPN 1 Cikarang Pusat Didorong Jadi Pusat Edukasi Lingkungan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BEKASIVOICE.com — PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) bersama PT Harrosa Darma Nusantara mengarahkan program corporate social responsibility (CSR) pada penguatan pendidikan sekaligus kepedulian lingkungan di Kabupaten Bekasi.
Melalui program tersebut, SMPN 1 Cikarang Pusat mendapat sejumlah dukungan fasilitas, mulai dari empat mesin fogging, pembangunan lubang biopori, taman mini hingga green house. Bantuan diserahkan pada Kamis (1/10/2026).
Program CSR ini tidak hanya menyasar kebutuhan fasilitas sekolah. Sejumlah sarana yang dibangun juga diarahkan menjadi media pembelajaran agar siswa terbiasa mengenal, merawat, dan menjaga lingkungan sejak dini.
Perwakilan PT Suzuki Indomobil Motor, Gunardi Prakosa, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui slogan “By Your Side”.
“Artinya, kami tidak hanya menciptakan produk-produk berkualitas, tetapi juga berupaya berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Gunardi.
Menurut Gunardi, ukuran keberhasilan CSR bukan semata-mata terletak pada besarnya nilai bantuan yang diberikan. Lebih penting, program tersebut mampu menghasilkan manfaat yang dapat dikembangkan dan dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap ketika kami memberikan CSR ini jangan dilihat nilainya, tetapi apa yang bisa kita tumbuhkan bersama, menciptakan hal yang bermanfaat untuk generasi selanjutnya,” ujarnya.
Komitmen Suzuki juga diarahkan ke persoalan lingkungan di luar sekolah. Perusahaan berencana membantu pemasangan instalasi air bersih di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi yang mengalami kekeringan.
“Kami juga rencananya akan melakukan bantuan instalasi air bersih ke titik-titik yang mengalami kekeringan,” kata Gunardi.
Langkah tersebut mendapat perhatian dari Bappeda Kabupaten Bekasi. Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Bekasi, Finasari Nalurita, mengatakan partisipasi dunia usaha melalui CSR masih perlu diperluas.
Menurut Finasari, dari sekitar 7.000 perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi, baru 129 perusahaan yang tercatat menyalurkan CSR.
“PT Suzuki adalah salah satunya. Ini menunjukkan bahwa PT Suzuki peduli terhadap lingkungan,” kata Finasari.
Ia mengajak lebih banyak perusahaan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kontribusi dunia usaha tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan di kalangan generasi muda.
“Kami mengajak perusahaan di Kabupaten Bekasi agar peduli terhadap lingkungannya. Hari ini kita melihat bagaimana dunia usaha hadir dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, kesadaran, dan bagaimana kita bisa membangun karakter kepedulian kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Bappeda Kabupaten Bekasi juga membuka Musrenbang CSR selama Oktober. Forum tersebut menjadi ruang bagi perusahaan untuk mengajukan dukungan terhadap berbagai kebutuhan pembangunan, seperti rehabilitasi sekolah, perbaikan toilet hingga pelatihan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Fathurohman, ST., M.Si., turut mengapresiasi keterlibatan Suzuki dalam mendukung pendidikan dan lingkungan.
“Saya mengapresiasi kegiatan hari ini karena tidak banyak perusahaan yang peduli terhadap pendidikan dan terhadap lingkungan. Mudah-mudahan setelah melihat ini, perusahaan-perusahaan lain ikut memberikan CSR,” kata Imam.
Imam menyebut selama ini sejumlah perusahaan juga telah memberikan bantuan kepada sektor pendidikan. Namun, belum seluruh bentuk bantuan tersebut dilaporkan kepada Bappeda.
Bantuan perusahaan, kata dia, antara lain menyasar siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2. Dukungan tersebut dapat digunakan untuk membantu kebutuhan aktivitas sekolah, termasuk transportasi.
Di SMPN 1 Cikarang Pusat, program CSR Suzuki dan Harrosa dinilai sejalan dengan target sekolah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional.
Kepala SMPN 1 Cikarang Pusat, Nurul Huda, S.Pd., M.M., mengatakan pengembangan program lingkungan di sekolah telah dilakukan sejak 2025.
“Bantuan dari PT Suzuki ini memang sesuai kebutuhan kami. Sekolah kami juga sedang menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. Mudah-mudahan bisa menambah poin penilaian kami pada tahun 2027,” kata Nurul.
Sejumlah fasilitas lingkungan telah dibangun sekolah, termasuk green house dan sekitar 140 titik lubang biopori. Sekolah juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dalam pengelolaan bank sampah.
Program tersebut mulai mendorong siswa memahami pentingnya memilah sampah.
“Alhamdulillah anak-anak juga sudah mengerti tentang memilah sampah,” ujarnya.
Nurul menilai pembangunan sarana lingkungan harus dibarengi pembentukan karakter siswa. Ia berharap program tersebut dapat menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membangkitkan karakter cinta lingkungan, karakter anak yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sehingga menjadikan anak-anak ini memiliki satu pikiran, yaitu bagaimana membawa bangsa ini menjadi lebih baik ketika mereka menjadi pemimpin di masa depan,” katanya.
Perwakilan PT Harrosa Darma Nusantara, H. Ganda, mengatakan kolaborasi dengan Suzuki merupakan bagian dari upaya dunia usaha memperkuat program sosial dan lingkungan secara bersama-sama.
Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar dampaknya tidak berhenti pada satu lokasi atau kelompok masyarakat.
“Kolaborasi ini untuk menjawab bahwa persoalan sosial dan lingkungan dapat dilakukan melalui sinergi, menggabungkan kepedulian, sumber daya dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ganda.
Ia menjelaskan, setiap fasilitas yang dibangun memiliki fungsi masing-masing. Green house menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal tanaman dan lingkungan. Lubang biopori memberikan edukasi mengenai konservasi tanah dan pengelolaan air.
Sementara taman mini disiapkan sebagai ruang hijau sekaligus ruang edukasi. Adapun mesin fogging mendukung kebutuhan kesehatan lingkungan sekolah.
“Biopori memberikan edukasi mengenai konservasi tanah dan pengelolaan air. Taman Mini menghadirkan ruang hijau sekaligus ruang edukasi, dan mesin fogging mendukung kebutuhan kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Ganda menambahkan, rencana pembangunan instalasi penyaluran air bersih merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat CSR hingga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menilai persoalan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah, dunia usaha, sekolah dan masyarakat perlu bergerak bersama.
“Meskipun tidak mungkin satu orang bisa melakukan sesuatu terhadap lingkungan, karena butuh jutaan orang untuk bisa melakukan bersama-sama, yang bisa menjadi sesuatu,” ujarnya.
Ganda berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berkembang menjadi budaya kepedulian yang terus dijaga.
“Green House yang dirawat siswa, Biopori yang terus dijaga, Taman Mini yang dimanfaatkan sebagai ruang belajar, dukungan kesehatan lingkungan, serta pembangunan Instalasi Penyaluran Air Bersih merupakan bentuk nyata bahwa CSR dapat diarahkan menjadi program yang memiliki manfaat berkelanjutan,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan seminar lingkungan hidup yang menghadirkan Dedi Kurniawan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Peserta mendapat edukasi mengenai pengelolaan bank sampah serta pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan dari sekolah.
Selain seminar, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari RS IMC Cikarang.
Program CSR Suzuki dan Harrosa tersebut memperlihatkan bagaimana bantuan perusahaan dapat diarahkan menjadi program yang lebih luas. Bukan hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga membuka ruang edukasi, membentuk kebiasaan peduli lingkungan di kalangan siswa, sekaligus memperluas dukungan terhadap persoalan lingkungan di Kabupaten Bekasi. (Ccp)
- Penulis: Redaksi


