Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Pemerintahan » Fokus APBD 2027: Pemkab Bekasi Genjot Perbaikan Jalan, UHC Kesehatan, dan Sekolah Rusak

Fokus APBD 2027: Pemkab Bekasi Genjot Perbaikan Jalan, UHC Kesehatan, dan Sekolah Rusak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASIVOICE.COM| CIKARANG PUSAT — Pemkab Bekasi resmi mematok tiga agenda krusial dalam RAPBD Tahun Anggaran 2027. Di bawah kepemimpinan Bupati dr. Asep Surya Atmaja, fokus pembangunan bakal ditumpahkan pada tiga sektor utama: pembenahan jalan raya, pemerataan layanan kesehatan, dan rehabilitasi ruang kelas.

Langkah strategis ini dipaparkan Bupati Asep usai menyerahkan Nota Penjelasan RAPBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (3/11/2026).

Di sektor infrastruktur, Pemkab Bekasi telah memetakan 194 km jalan kabupaten yang mengalami kerusakan. Setelah 34 km digarap pada 2026, Bupati membidik perbaikan sepanjang 100 km pada 2027 mendatangkan hasil nyata.

“Sisanya kita prioritaskan target 100 kilometer pada 2027, sehingga di tahun 2028 seluruh ruas jalan kabupaten sudah tuntas tertangani,” tegas Asep.
Sektor kesehatan juga bakal dirombak lewat penguatan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas demi menjamin akses berobat gratis warga.

Kendati demikian, Pemkab Bekasi menegaskan bakal memperketat kewajiban perusahaan swasta, klinik, dan RS dalam memfasilitasi BPJS karyawan agar tidak memberatkan APBD.

Sementara untuk bidang pendidikan, Bupati menginstruksikan pendataan presisi terkait kondisi fisik bangunan sekolah. Sekolah berstatus rusak berat hingga sedang dipastikan memegang porsi utama dalam penganggaran 2027.

Sebagai nilai tambah, Pemkab Bekasi berencana meluncurkan program pelayanan terpadu jemput bola di tiap kecamatan setiap Jumat sore mulai 2027.
Tak sekadar melayani dokumen kependudukan atau PBB, forum ini juga membuka akses perekrutan tenaga kerja online yang terintegrasi langsung dengan kawasan industri setempat demi memangkas angka pengangguran.(MD).

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi

expand_less