Rumah Pemenangan Bunda Pipit Diresmikan, Tim Pemenangan Serukan Politik Santun dan Tolak Kampanye Hitam
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BEKASIVOICE.com – Rumah pemenangan Bunda Pipit Haryanti di Perumahan Lambangsari Permai, RW 006, diresmikan, pada Minggu (6/9/2026) sore. Rumah pemenangan tersebut kemudian diberi nama Markas Komunikasi (Mako) 112.
Peresmian Mako 112 menjadi momentum bagi tim pemenangan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi warga yang ingin memperoleh informasi mengenai program maupun rekam jejak Pipit Haryanti, S.Ei., yang kembali maju sebagai bakal calon Kepala Desa Lambangsari.
Koordinator Wilayah (Korwil) Tim Pemenangan Bunda Pipit RW 006, Santoso, mengatakan keberadaan Mako 112 merupakan bentuk dedikasi dan penghargaan warga atas pengabdian Pipit selama menjabat Kepala Desa Lambangsari.
Menurut Santoso, warga tidak memiliki banyak hal yang dapat diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada Pipit. Karena itu, rumah pemenangan tersebut dibangun sebagai wujud apresiasi atas totalitas Pipit dalam melayani masyarakat.
“Ini bentuk dedikasi kita kepada Bunda Pipit. Kenapa? Karena kita tidak bisa memberikan apa-apa kepada beliau. Ini adalah bentuk penghargaan atas totalitas beliau kepada masyarakat,” kata Santoso.
Ia kemudian menyinggung salah satu pengalaman Pipit yang menurutnya menunjukkan keberanian dan kepedulian terhadap masyarakat, terutama ketika pandemi Covid-19.
Santoso menyebut Pipit bahkan mengambil resiko dengan ikut memandikan jenazah warga yang meninggal saat pandemi, ketika banyak orang memilih menjaga jarak karena tingginya risiko penularan.
“Sampai beliau ikut memandikan jenazah pada saat Covid. Di dunia ini nggak ada yang mau ambil resiko seperti itu, tapi Bunda Pipit mau melakukannya,” ujarnya.
Santoso menjelaskan, Mako 112 tidak hanya difungsikan sebagai tempat berkumpul tim pemenangan. Tempat tersebut juga disiapkan sebagai ruang komunikasi masyarakat.
Warga, kata dia, dapat datang untuk menanyakan berbagai informasi mengenai Pipit, termasuk terkait program desa, pembangunan lingkungan maupun gagasan yang akan dibawa apabila kembali dipercaya memimpin Desa Lambangsari.
“Di Mako ini masyarakat bisa menanyakan informasi apa pun tentang Bunda Pipit, mau program desa ataupun lingkungan dan lain-lain,” katanya.
Santoso juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara sadar dengan melihat rekam jejak dan profil setiap calon.
Ia mengingatkan agar kontestasi Pilkades Lambangsari tidak diwarnai kampanye hitam maupun upaya saling menjatuhkan antarcalon.
“Intinya, marilah kita sama-sama gunakan hak pilih kita dengan kesadaran, dengan hati, terutama rekam jejak dan profil yang kita pilih untuk membawa Lambangsari menjadi desa yang maju. Jangan gunakan kampanye hitam yang menjelek-jelekkan,” tegasnya.
Ketua Tim Pemenangan Bunda Pipit, Muhamad Arief, turut meminta doa dan dukungan masyarakat dalam menghadapi proses Pilkades Lambangsari.
Ia mengatakan pencalonan kembali Pipit merupakan bagian dari ikhtiar agar pemikiran, keberanian dan pengalaman yang dimiliki Pipit masih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta membangun kampung halamannya.
“Sebagai ketua tim pemenangan, mohon doa dan dukungannya. Hari ini semata-mata kami berikhtiar, semoga masih bisa bermanfaat pemikirannya, keberaniannya, untuk membangun kampung halamannya,” ujar Arief.
Menurutnya, perjalanan politik bukan sesuatu yang mudah. Berbagai rintangan dan dinamika selalu muncul dalam setiap kontestasi.
Namun, ia menegaskan tim pemenangan Pipit telah sepakat untuk tidak menggunakan cara-cara yang merugikan calon lain.
“Kita sepakat bahwa tim Pipit Haryanti haram menjelek-jelekkan calon lain. Fitnah itu haram hukumnya,” tegasnya.
Arief juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan, meskipun pilihan politik dalam Pilkades nantinya bisa berbeda.
“Alhamdulillah, sekarang bapak-ibu masih menjadi bagian dari kami. Mari sama-sama kita bersatu, jadikan ini contoh kerukunan antarwarga,” katanya.
Sementara itu, Pipit Haryanti mengaku memiliki kedekatan emosional dengan warga Lambangsari Permai.
Menurutnya, kawasan tersebut sudah seperti rumah kedua baginya. Setiap kali berkunjung, ia mengaku selalu mendapatkan suasana nyaman dan sambutan hangat dari masyarakat.
“Lambangsari Permai ini ibarat rumah kedua saya. Setiap masuk ke sini saya selalu merasa nyaman,” ungkap Pipit.
Ia menyampaikan rasa syukur atas doa dan dukungan masyarakat yang mengantarkannya hingga dapat menjabat sebagai Kepala Desa Lambangsari sampai saat ini.
Pipit juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan ke depan.
“Alhamdulillah karena semua doa dan dukungan, saya bisa menjabat kepala desa hingga sekarang. Ada beberapa hal yang masih perlu saya perbaiki ke depannya. Mudah-mudahan Allah meridai kita kembali menang,” pungkasnya.
Peresmian Mako 112 sekaligus menjadi penanda dimulainya ruang komunikasi yang lebih terbuka antara tim pemenangan Bunda Pipit dengan warga RW 006. Di tengah dinamika Pilkades Lambangsari, tim pemenangan menyatakan ingin menjadikan rumah tersebut bukan sekadar pusat aktivitas politik, tetapi juga wadah komunikasi dan silaturahmi warga. (Ccp)
- Penulis: Redaksi


