BLiSPI Youth Cup V 2026 Resmi Dibuka, Sultan Najamudin: Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Harus Berkelanjutan, Jangan Berhenti di Turnamen
- account_circle Redaksi
- calendar_month 34 menit yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BEKASIVOICE.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menekankan pentingnya membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia. Menurutnya, potensi besar generasi muda harus diimbangi dengan akses terhadap fasilitas, pembinaan, dan kompetisi agar mampu berkembang menjadi atlet berprestasi.
Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/10/2026). Turnamen yang berlangsung hingga 28 Oktober 2026 itu diikuti 74 tim dari berbagai daerah, dengan total 2.210 atlet serta 650 pelatih dan ofisial.
Sultan menilai, olahraga, termasuk sepak bola, dapat menjadi salah satu sarana strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Bonus demografi Indonesia, menurutnya, tidak akan otomatis menjadi keuntungan apabila anak-anak muda tidak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan menunjukkan prestasi.
“Bonus demografi akan menjadi kekuatan apabila generasi mudanya sehat, berkarakter, terampil, dan memiliki ruang untuk berprestasi,” demikian pesan Sultan dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.
Ia menegaskan, upaya melahirkan atlet berkualitas tidak cukup hanya dengan menggelar kompetisi. Diperlukan sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, sehingga pemain muda memiliki jalur pengembangan yang jelas sejak usia dini hingga berpeluang menembus level profesional maupun tim nasional.
Dalam konteks tersebut, Sultan memandang perlu adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, klub, organisasi olahraga, pelatih, dunia usaha, dan keluarga. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memperluas akses pembinaan, terutama bagi anak-anak berbakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan kesempatan bertanding.
Sebagai lembaga perwakilan daerah, Sultan mengatakan DPD RI berupaya menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat dan daerah kepada para pemangku kepentingan. Dalam bidang olahraga, peran tersebut dapat diwujudkan dengan mendorong perhatian dan kerja sama agar bakat anak-anak Indonesia tidak terhambat persoalan akses, sarana, maupun kesempatan mengikuti kompetisi.
Menurutnya, talenta sepak bola tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tantangannya adalah memastikan setiap anak yang memiliki kemampuan memperoleh kesempatan yang layak untuk berkembang, tanpa terhalang oleh kondisi daerah tempat mereka tumbuh.
“Dari lapangan-lapangan di daerah, kita berharap tumbuh talenta yang kelak mengharumkan nama Indonesia,” menjadi salah satu harapan yang disampaikan Sultan dalam mendorong penguatan pembinaan olahraga usia dini.
BLiSPI Youth Cup V menjadi salah satu ruang untuk mewujudkan upaya tersebut. Turnamen ini mempertandingkan empat kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-16. Selain memperebutkan gelar juara, peserta juga berkesempatan mendapatkan trofi, medali, sertifikat, dan uang pembinaan.
Lebih dari itu, panitia menyiapkan agenda talent scouting atau pencarian bakat di seluruh kelompok usia yang akan dipimpin legenda Timnas Indonesia, Rully Nere. Pemain potensial yang terjaring direncanakan masuk dalam skuad Tim Pelajar BLiSPI Indonesia untuk mengikuti turnamen internasional di sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia.
Kesempatan tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda, sekaligus memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka melalui persaingan dengan atlet dari negara lain. Namun, keberlanjutan program pembinaan tetap menjadi faktor penting agar potensi yang ditemukan dalam kompetisi dapat terus dikembangkan.
Ketua Umum BLiSPI Subagja mengatakan, organisasinya telah menggelar turnamen dan kegiatan pembinaan sepak bola pelajar sejak 2013. Pada penyelenggaraan tahun ini, keterlibatan 74 tim dengan ribuan atlet, pelatih, dan ofisial menjadi bagian dari upaya memperkuat basis data pemain untuk mendukung pemantauan bakat.
Subagja juga menyampaikan rencana pengiriman pemain U-16 ke Korea Selatan. Para pemain tersebut diharapkan mendapatkan pengalaman bertanding internasional dan kesempatan mengikuti pembinaan bersama pelatih berpengalaman, termasuk Shin Tae-yong. Ia turut menyebut Egy Maulana Vikri sebagai salah satu pemain yang menurutnya merupakan hasil pembinaan BLiSPI.
Ia berharap turnamen tersebut dapat terus diselenggarakan secara konsisten dan menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang bagi pesepak bola muda Indonesia.
Pembukaan turnamen di Stadion Wibawa Mukti turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintah, perwakilan diplomatik, dan insan sepak bola. Di antaranya mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Buky Wibawa, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi Iman Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Fathurrahman, serta Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto.
Sejumlah anggota DPD RI juga hadir, di antaranya Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Alfiansyah atau Komeng, Jihan Fahira, L. Aanya Rina Casmayanti, Agita Nurfianti, Fahira Idris, Happy Djarot, Prof. Dailami Firdaus, dan Achmad Azran.
Melalui penyelenggaraan BLiSPI Youth Cup V, harapan yang mengemuka bukan semata-mata lahirnya juara turnamen, melainkan terbentuknya sistem pembinaan yang mampu menjaga perkembangan pemain muda secara berkelanjutan. Dukungan lintas sektor dan pemerataan kesempatan menjadi kunci agar talenta dari berbagai daerah dapat tumbuh, berprestasi, dan pada akhirnya memperkuat masa depan sepak bola Indonesia. (Md)
- Penulis: Redaksi


