PEMUDA ICMI BEKASI: BUPATI BARU HARUS PUTUS TREN “PROGRAM MANGKRAK” AKIBAT BONGKAR-PASANG PEMIMPIN
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasivoice.com | Cikarang, Organisasi Kepemudaan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (Pemuda ICMI) Kabupaten Bekasi menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Bupati Bekasi. Kendati demikian, momentum pelantikan ini diharapkan bukan sekadar prosesi seremonial semata, melainkan menjadi titik balik perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bekasi.
Ketua Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, menegaskan bahwa amanat yang kini diemban oleh Pemimpin Daerah yang baru memikul beban tanggung jawab yang sangat berat. Menurutnya, dinamika politik dan seringnya pergantian kepemimpinan daerah di Kabupaten Bekasi selama beberapa periode terakhir telah berdampak buruk pada keberlanjutan pembangunan.
“Kami dari Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi mengucapkan selamat atas dilantiknya Bupati Bekasi. Mengemban amanat rakyat Kabupaten Bekasi tentu bukan tugas yang ringan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan dedikasi penuh,” ujar Aboy Maulana saat memberikan tanggapannya di Cikarang.
Aboy menyoroti realita pembangunan di Kabupaten Bekasi yang dinilainya terus terpuruk dan tertinggal dibanding potensi daerahnya. Seringnya pergantian kepala daerah—baik bupati definitif maupun penjabat (Pj)—mengakibatkan terputusnya konsistensi kebijakan.
“Satu di antara masalah krusial di Kabupaten Bekasi adalah tidak tuntasnya program-program strategis. Ketika kepemimpinan berganti dalam waktu singkat, ganti pula arah kebijakan dan prioritasnya. Akibatnya, banyak ‘pekerjaan rumah’ yang mangkrak dan program pelayanan publik tidak dirasakan maksimal oleh masyarakat,” tegas Aboy.
Ia menambahkan, sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi seharusnya memiliki lompatan pembangunan yang signifikan. Namun, ketidakstabilan manajerial pemerintahan justru membuat persoalan klasik seperti pengangguran lokal, infrastruktur jalan, penanganan banjir, hingga masalah sampah tak kunjung terselesaikan secara tuntas.
Pemuda ICMI meminta Bupati Bekasi yang baru dilantik untuk berani mengambil langkah terobosan dan tidak sekadar melanjutkan tradisi “proyek bongkar-pasang” pimpinan.
“Bupati baru harus punya keberanian untuk memetakan kembali program-program prioritas yang sempat terhenti dan menyelesaikannya hingga tuntas. Jangan sampai masa jabatan ini hanya diisi dengan wacana baru tanpa ada realisasi nyata dari program terdahulu,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Aboy Maulana menegaskan bahwa Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi siap menjadi mitra kritis sekaligus strategis bagi pemerintah daerah.
“Kami akan terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan. Kami berharap Bupati Bekasi dapat merangkul semua elemen masyarakat, termasuk kaum muda dan akademisi, demi membawa Kabupaten Bekasi keluar dari keterpurukan menuju daerah yang maju, bermartabat, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red).
- Penulis: Redaksi


