Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Pendidikan » Bukan Sekadar Perkemahan: Jambore Attaqwa 2026 Asah Keterampilan SAR, Drone, dan Mitigasi Bencana

Bukan Sekadar Perkemahan: Jambore Attaqwa 2026 Asah Keterampilan SAR, Drone, dan Mitigasi Bencana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasivoice.com | Jakarta, Sebanyak 3.957 peserta memadati Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, dalam rangka Jambore Perguruan Attaqwa 2026 yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026. Ajang perkemahan akbar ini melibatkan 132 sekolah dan madrasah di bawah naungan Yayasan Attaqwa sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milad ke-70 lembaga tersebut. (18/10/2026).

Para peserta terdiri dari siswa, guru pendamping, hingga unsur pendukung dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari tingkat MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, hingga pondok pesantren.

Sekretaris Perguruan Attaqwa sekaligus Pengarah Kegiatan, Dr. H. Khaerul Umam Noer, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk mempererat silaturahmi antar-satuan pendidikan Attaqwa yang tersebar di berbagai wilayah.

“Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi antarsatuan pendidikan. Karena lokasi sekolah yang tersebar, kesempatan untuk berkegiatan bersama cukup terbatas. Melalui perkemahan tiga hari ini, para siswa dapat saling mengenal, berinteraksi, dan membangun hubungan antarsekolah,” ujar Khaerul Umam.

Berbeda dengan kegiatan kepramukaan pada umumnya yang berfokus pada kompetisi, Jambore Perguruan Attaqwa 2026 menempatkan edukasi praktis dan pelatihan keterampilan sebagai menu utama.

Seluruh kegiatan edukasi dipusatkan pada Jumat (16/10) menggunakan sistem rotasi kelompok. Materi pelatihan meliputi:

  • Simulasi SAR dan Kebencanaan: Peserta dibekali teknik mendayung, rappelling (turun tebing dengan tali), penggunaan perlengkapan keselamatan, serta simulasi penanganan kondisi darurat.

  • Edukasi Pemadam Kebakaran (Damkar): Petugas memberikan materi pertolongan pertama (first aid), pengenalan armada serta alat pemadam, dan langkah awal mitigasi risiko kebakaran.

  • Keterampilan Kreatif dan Teknologi: Siswa diajak mempraktikkan seni sablon, melukis, serta mempelajari pengenalan dasar teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk kebutuhan fotografi dan videografi.

Selain materi teknis, keakraban antarpeserta makin dipererat melalui agenda anjangsana (kunjungan silaturahmi antarkontingen) pada Sabtu (17/10), karnaval, pentas seni, hingga kegiatan keagamaan malam hari seperti pembacaan Yasin dan doa bersama.

Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan, menegaskan pentingnya pembelajaran di luar ruang kelas untuk membentuk karakter peserta didik.

“Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan. Anak-anak perlu belajar hidup bersama, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Melalui Jambore ini, mereka memperoleh pengalaman tersebut secara langsung,” jelas Irfan.

Ia menambahkan, perhelatan ini juga sejalan dengan visi 70 tahun Attaqwa dalam membentuk generasi yang benar, pintar, dan terampil (insan kamil dan syamil).

Melalui interaksi lintas jenjang ini, pihak yayasan berharap komunikasi antar-satuan pendidikan dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi positif setelah kegiatan Jambore usai.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi

expand_less