Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Daerah » Situ Cibeureum Didorong Jadi Destinasi Wisata dan Edukasi, Siswa SD Al Muslim Ikut Tanam Pohon

Situ Cibeureum Didorong Jadi Destinasi Wisata dan Edukasi, Siswa SD Al Muslim Ikut Tanam Pohon

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, BEKASIVOICE.com – Situ Cibeureum di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, terus didorong untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda.

 

Potensi tersebut kembali terlihat dalam kegiatan “Jelajah Literasi Situ Cibeureum” yang diikuti 90 siswa dan siswi Level 5 SD Yayasan Al Muslim, Selasa (8/9) pagi.

 

Dalam kegiatan itu, para siswa tidak hanya diajak mengenal sejarah Situ Cibeureum, tetapi juga mempelajari kekayaan flora dan fauna, memahami ekosistem, serta melakukan penanaman pohon di kawasan situ.

 

Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti, S.Ei., mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk memperkenalkan Situ Cibeureum kepada generasi muda sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai potensi yang dimiliki kawasan tersebut.

 

 

“Anak-anak hari ini diberikan edukasi tentang Situ Cibeureum, mulai dari sejarahnya hingga kekayaan flora dan faunanya. Ini sangat positif karena mereka bisa belajar langsung dari lingkungan yang ada di sekitar mereka,” ujar Pipit.

 

Ia menyebutkan, Situ Cibeureum memiliki luas sekitar 58 hektare. Dengan potensi tersebut, Pemerintah Desa Lambangsari berharap kawasan Situ Cibeureum dapat terus dikembangkan menjadi destinasi wisata dan edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Menurut Pipit, pengembangan Situ Cibeureum harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan edukasi dan penghijauan dinilai penting untuk membangun kepedulian sejak dini.

 

“Ke depan, kami berharap Situ Cibeureum bisa terus dikembangkan sebagai destinasi wisata dan edukasi bagi masyarakat. Tentunya pengembangannya harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Ketua Pokdarwis Jayasari, Shadiq Helmy. Ia menilai kegiatan yang dilakukan Yayasan Al Muslim bukan sekadar kunjungan siswa, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.

 

Menurutnya, anak-anak perlu mengenal dan memiliki kebanggaan terhadap aset lingkungan yang berada di daerahnya sendiri.

 

“Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan Situ Cibeureum, tetapi juga mengajarkan banyak hal positif tentang bagaimana melestarikan alam. Anak-anak diajak memahami ekosistem dan melakukan penanaman pohon. Ini merupakan cara yang baik untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” ungkap Shadiq.

 

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga melakukan penanaman sejumlah jenis pohon, di antaranya jati, mahoni, dan merbau di sisi barat Situ Cibeureum.

 

Shadiq berharap keberadaan Situ Cibeureum ke depan tidak hanya dikenal sebagai kawasan perairan, tetapi juga menjadi salah satu sumber pembelajaran bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi.

 

Bahkan, ia mendorong agar materi mengenai Situ Cibeureum dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran muatan lokal, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan potensi daerah.

 

“Anak-anak sekolah harus mengenal dan bangga dengan aset yang dimiliki daerahnya. Kalau memungkinkan, Situ Cibeureum bisa menjadi bagian dari materi ajar muatan lokal di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

 

Shadiq juga memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Desa Lambangsari yang terus memperjuangkan kepastian hak dan legalitas aset Situ Cibeureum melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

 

Ia menilai kepastian status aset menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pengembangan Situ Cibeureum secara berkelanjutan.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kehumasan Pokdarwis Jayasari, Yandi Hermawan, mengatakan penanaman pohon menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan Situ Cibeureum.

 

“Terima kasih kepada Yayasan Al Muslim yang sudah membawa para siswa untuk belajar langsung di Situ Cibeureum. Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga lingkungan,” kata Yandi.

 

Ia menambahkan, Pokdarwis Jayasari terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang ingin menjadikan Situ Cibeureum sebagai lokasi pembelajaran, literasi maupun kegiatan edukasi berbasis lingkungan.

 

“Kami membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah lain untuk datang dan melakukan kegiatan edukasi di sini. Harapannya, semakin banyak anak-anak yang mengenal Situ Cibeureum, semakin tumbuh pula rasa memiliki dan kepedulian untuk menjaganya,” tuturnya.

 

Sementara itu, Koordinator Jelajah Literasi Situ Cibeureum, Endah Setiaharti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai program edukasi sekaligus upaya memperkenalkan potensi lokal kepada siswa, orang tua murid, dan masyarakat luas.

 

Menurut Endah, sekolah tidak harus selalu mencari lokasi pembelajaran jauh dari lingkungan sekitar. Situ Cibeureum dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber belajar yang mudah dijangkau.

 

“Kenapa kita harus pergi jauh-jauh kalau kita punya aset bagus yang bisa kita berdayakan sebagai sumber belajar. Lokasinya juga lebih dekat,” ujarnya.

 

Endah menambahkan, pengalaman para siswa selama mengikuti kegiatan akan dikembangkan menjadi karya tulis mengenai Situ Cibeureum yang nantinya direncanakan untuk dibukukan.

 

Dengan kegiatan tersebut, Situ Cibeureum diharapkan semakin dikenal bukan hanya sebagai aset lingkungan, tetapi juga sebagai ruang edukasi, wisata dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta generasi muda Kabupaten Bekasi. (Ccp)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi

expand_less