PrimeBiz Hotel Cikarang Gandeng Kopi Jawara, Buka Ruang bagi Seni Tari Jawa
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIKARANG, BEKASIVOICE.com — Pelestarian budaya lokal membutuhkan ruang untuk terus hidup dan berkembang. Kesadaran itu mendorong PrimeBiz Hotel Cikarang menggandeng Komunitas Penari Jawa Cikarang (Kopi Jawara) dalam kolaborasi yang diarahkan untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan seni tari tradisional Jawa di tengah perkembangan masyarakat modern.
Kolaborasi tersebut tidak sekadar mempertemukan industri hospitality dengan komunitas seni. Lebih jauh, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang interaksi bagi pelaku budaya untuk berkarya, memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat, serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dan mempelajarinya.
Founder Kopi Jawara, Sigit Sandrian, mengatakan keberlanjutan budaya tidak dapat hanya bergantung pada satu pihak. Menurutnya, keterlibatan komunitas, industri, masyarakat, dan terutama generasi muda menjadi bagian penting agar seni tradisional tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.
“Budaya bukan hanya sesuatu yang kita warisi dari generasi sebelumnya, tetapi juga tanggung jawab yang harus kita teruskan kepada generasi berikutnya. Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni tari tradisional Jawa masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah masyarakat modern,” kata Sigit.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor dapat membuka peluang lebih besar bagi seni tradisional untuk dikenal masyarakat secara lebih luas.
“Ketika komunitas, industri, dan masyarakat dapat berjalan bersama, budaya akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tetap hidup dan dikenal oleh generasi selanjutnya,” ujarnya.
Hotel Manager PrimeBiz Hotel Cikarang, Rurry Adriawan, mengatakan keberadaan hotel di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada tamu. Menurut dia, industri hospitality juga dapat mengambil peran dalam membangun hubungan dengan komunitas dan lingkungan sekitar.
“Bagi kami, hotel bukan hanya tempat untuk memberikan pelayanan kepada tamu, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun koneksi dengan masyarakat dan komunitas. Kolaborasi bersama Komunitas Penari Jawa Cikarang merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap pelestarian budaya lokal,” kata Rurry.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berkembang menjadi rangkaian kegiatan yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan komunitas maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Marketing Communication Manager PrimeBiz Hotel Cikarang, Tedi Andika Ruslan, menilai kolaborasi budaya dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat lokal.
Menurutnya, budaya tidak hanya berkaitan dengan kesenian, tetapi juga menyimpan cerita, identitas, dan nilai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah salah satu kunci untuk menciptakan keberlanjutan. Budaya memiliki cerita, identitas, dan nilai yang sangat kuat. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi komunitas untuk berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Tedi.
PrimeBiz Hotel Cikarang juga menyatakan keterbukaannya untuk membangun kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat di Cikarang dan Kabupaten Bekasi, mulai dari komunitas, pelaku UMKM, institusi pendidikan hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi dengan Kopi Jawara diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberi ruang bagi seni dan budaya lokal. Selain menjaga eksistensi seni tradisional, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan terlibat langsung dalam menjaga warisan budaya.
Melalui semangat “Culture, Community & Collaboration”, PrimeBiz Hotel Cikarang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja sama yang tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga ikut mendorong keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan Cikarang. (MD/Ccp)
- Penulis: Redaksi


