Tepis Isu Miring, Kalapas Kelas IIA Bekasi Buka Suara dan ‘Bongkar’ Isi Dalam Lapas Bekasi ke Wartawan!
- account_circle Redaksi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasivoice.com |Kota Bekasi, Tepis isu miring yang beredar di masyarakat, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bekasi mengambil langkah proaktif dengan mengajak media untuk melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke dalam area lapas, pada Selasa, (13/10/2016).
Langkah transparan ini diambil guna menepis berbagai tuduhan serta memberikan gambaran objektif mengenai kondisi riil fasilitas, pembinaan, dan pelayanan warga binaan di dalam Lapas Bulak Kapal.
Dalam kegitan tersebut, para wartawan diajak melihat dari dekat berbagai aktivitas warga binaan, mulai dari program pembinaan kemandirian, fasilitas dapur dan penyediaan makanan, hingga sarana kesehatan dan ruang hunian.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulak Kapal Dedy Cahyadi menyatakan bahwa keterbukaan informasi publik adalah bentuk akuntabilitas pihak lapas kepada masyarakat. Pihaknya menegaskan komitmen untuk selalu terbuka terhadap kritik konstruktif demi perbaikan layanan pemasyarakatan.
“Kami sengaja mengundang rekan-rekan media agar dapat melihat langsung situasi dan kondisi yang sebenarnya di dalam lapas. Kami tidak ada yang ditutup-tutupi. Segala bentuk masukan dan pengawasan dari media sangat kami apresiasi demi menjaga integritas dan transparansi pelayanan di sini,” ujar Kalapas.
Ia juga menambahkan bahwa tuduhan atau isu miring yang sempat mencuat tidak menyurutkan semangat jajarannya untuk terus menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prinsip-prinsip Pemasyarakatan yang humanis.
Selama kunjungan berlangsung, beberapa perwakilan media juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan warga binaan guna memastikan kesejahteraan dan hak-hak dasar mereka terpenuhi dengan baik.
Dedy juga menjelaskan terobosan apa saja yang sudah dijalankan selama memimpin Lapas Kelas IIA Bekasi mulai dari perbaikan fisik bangunan, Fasilitas publik, hingga ruang pembinaan dan Digitalisasi layanan kunjungan.
“Saat saya masuk, kami bersama tim kepatuhan Ditjen PAS, Intel Ditjen PAS, dan Tim Internal melakukan rapat dan pemetaan, evaluasi, dan mitigasi. dan langsung melakukan perbaikan tata kelola, dan sampai saat ini kami terus melakukan perbaikan untuk mempermudah urusan masyarakat ”. Ujarnya.
Lahirnya layanan digital Jawara Smart (Jawa Barat Sistem Pelayanan Pemasyarakatan Terpadu) merupakan bukti nyata keseriusan Lapas Kelas IIA Bekasi melakukan pembenahan layanan yang sebelumnya dinilai masyarakat ribet dan tentu saja menutup ruang diskresi kebijakan sepihak yang tak sesuai prosedur.
Aplikasi ini dinilai bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah revolusi pelayanan publik yang didesain agar transparan, terintegrasi, dan memanusiakan masyarakat.
Melalui kunjungan dan melihat langsung Lapas ini, pihak Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Kota Bekasi berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang berimbang dan terkonfirmasi, serta mempererat sinergi antara instansi pemasyarakatan dan insan pers.
“Kami mohon dukungan dan doa agar terus bisa konsisten, Istiqomah, melayani masyarakat di Lapas Kelas IIA Bekasi, dan kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan agar terus bisa berbenah dan melayani dengan baik” tutupnya. (MD)
- Penulis: Redaksi


