Bukan Cuma Formalitas, MagangHub Kemnaker Terbukti Jadi Jalur Cepat Masuk Dunia Kerja
- account_circle Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASIVOICE.COM | CIKARANG, Program Magang Nasional (MagangHub) bentukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terbukti bukan sekadar program pelengkap CV. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi cerdas bagi industri dalam berburu talent berkualitas yang benar-benar siap pakai.
Melalui MagangHub, perusahaan punya ruang untuk menjajal dan menilai langsung performa para calon karyawan sebelum diputusin untuk direkrut secara permanen.
Hal tersebut ditegaskan Yassierli saat meninjau langsung praktik Magang Nasional di PT Adyawinsa Electrical and Power (AEP), Cikarang, Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, Menaker didampingi Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi serta Dirjen Binalavotas Darmawansyah. (21/07/2026).
Tak sekadar berkeliling melihat atmosfer kerja di PT AEP, Menaker juga berkesempatan ngobrol santai dengan delapan alumni MagangHub. Menariknya, kedelapan alumni tersebut kini sudah resmi diangkat menjadi karyawan tetap PT AEP karena dinilai punya kompetensi, etos kerja, dan skill yang klop dengan kebutuhan perusahaan.
Dari hasil diskusi dengan pihak manajemen, Yassierli menyebut MagangHub membawa dampak positif yang nyata bagi efisiensi rekrutmen.
“Perusahaan punya kesempatan emas untuk membina, mendampingi, sekaligus menilai kualifikasi kandidat secara langsung sebelum akhirnya memutuskan merekrut mereka,” tutur Yassierli.
Sistem pembelajaran langsung di lapangan (on-the-job training) dianggap memberikan gambaran menyeluruh soal skill dan kesiapan mental peserta.
“MagangHub bikin perusahaan lebih yakin saat nyari talenta yang tepat. Ini jadi metode talent acquisition yang jauh lebih efektif karena proses belajar dan evaluasinya jalan beriringan,” tambahnya.
Bagi para fresh graduate—terutama lulusan perguruan tinggi yang sering terkendala syarat “wajib punya pengalaman kerja”—MagangHub menjadi angin segar. Program ini tak cuma mengasah keterampilan teknis (hard skill), tapi juga membentuk kedisiplinan, etika, integritas, dan rasa percaya diri (soft skill) lewat pendampingan mentor profesional.
Tingginya angka penyerapan alumni magang menjadi karyawan tetap membuktikan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan demi membangun ekosistem kerja yang adaptif.
“Kami ingin Program Magang Nasional jadi jembatan yang pas. Industri dapet tenaga kerja kompeten, sementara anak-anak muda Indonesia dapet kesempatan berkembang dan punya pekerjaan yang layak,” pungkas Yassierli.
Rasa syukur juga disampaikan oleh kedelapan alumni magang di PT AEP. Mereka mengaku ilmu yang didapat selama bangku kuliah jadi jauh lebih teraplikasi berkat bimbingan langsung dari para praktisi industri. (Red)
- Penulis: Redaksi

