Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Berita » PWI Bekasi Raya Bentengi Profesionalisme Jurnalis dengan Tiga Pilar Hukum: Pers, KIP, dan ITE

PWI Bekasi Raya Bentengi Profesionalisme Jurnalis dengan Tiga Pilar Hukum: Pers, KIP, dan ITE

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penegasan Etika dan Batasan Hukum Menjadi Kunci di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

BEKASIVOICE.COM | KOTA BEKASI,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan kembali pentingnya profesionalisme wartawan di era digital dengan menggelar Pembekalan dan Sosialisasi Penerapan Undang-Undang Pers, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/10/2025) di Sekretariat PWI Bekasi Raya ini menjadi refleksi mendalam bahwa kecepatan menulis harus dibarengi dengan kecerdasan berpikir dan ketaatan hukum.

Wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga cerdik di lapangan, berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan yang terpenting, memiliki literasi hukum yang memadai.

Poin Kunci dari Narasumber Lintas Sektor

 

Forum penting ini menghadirkan narasumber lintas sektor yang kompeten, mulai dari unsur pers, akademisi hukum, hingga penegak hukum. Mereka adalah:

  • Aat Surya Safaat (Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat)
  • Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum (Pakar Hukum)
  • AKP Sentot (Perwakilan Bidang Hukum Polres Metro Bekasi Kota)

Turut hadir Kadis Kominfostandi Kota Bekasi, Drs. Nadih Arifin, M.Si, serta jurnalis anggota PWI Bekasi Raya dari berbagai platform media.

1. Niat Baik dan Kecerdikan Profesional di Lapangan

Wartawan senior Aat Surya Safaat, mengawali sesi dengan menekankan aspek fundamental: niat. Menurutnya, niat baik seorang wartawan saat bertugas akan memengaruhi kelancaran rezeki dan integritasnya.

“Konfrontir berita itu penting, tapi harus tahu tempat dan waktu. Doorstop bukan berarti menyerbu, melainkan membaca momentum,” ujar Aat.

Ia menegaskan, kecerdikan di lapangan adalah bagian dari etika profesional, bukan sekadar trik. Di atas segalanya, wartawan wajib berpegang pada prinsip “cover both sides” (berimbang) dan tunduk pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

2. Literasi Hukum: Benteng Utama Profesi

Dari dimensi yuridis, akademisi hukum Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum, menyoroti bahaya mens rea (unsur kesengajaan atau niat jahat) yang sering menjerat wartawan. Bukan hanya isi berita, tetapi cara menulis yang menggiring opini hingga merugikan pihak lain dapat menjadi delik hukum.

“Wartawan sekarang bukan hanya harus pandai menulis, tapi juga paham hukum. Literasi hukum adalah bagian dari literasi media,” tegas Sulvia.

Ia mengingatkan, di era digital, kehati-hatian harus ditingkatkan karena “Satu kalimat bisa menjadi bukti hukum, satu unggahan bisa menjadi delik.” Kesadaran etik dan pemahaman hukum adalah benteng utama bagi profesi pers.

3. Keseimbangan Kebebasan dan Tanggung Jawab Hukum

Perwakilan penegak hukum, AKP Sentot, menyoroti perspektif kepolisian sebagai mitra strategis media. Ia menekankan bahwa hukum tidak melarang kritik, tetapi melarang fitnah.

“Wartawan tidak boleh tendensius. Tulis fakta dengan berimbang, maka hukum akan melindungi Anda,” tegas AKP Sentot.

Menurutnya, UU Pers, UU KIP, dan UU ITE berfungsi sebagai pagar etika, bukan pembatas kebebasan, demi menjaga demokrasi komunikasi yang beradab dan bertanggung jawab.

Refleksi Ketua PWI: Pers Berjalan di Atas Dua Kaki

Menutup acara, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menyampaikan refleksi yang menyatukan seluruh pesan narasumber. Ia menegaskan, profesi wartawan harus berjalan di atas dua kaki: kebebasan dan tanggung jawab.

“Wartawan yang memahami hukum tidak akan takut, tapi juga tidak akan ceroboh,” kata Ade Muksin.

Ade menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas untuk memperkuat pemahaman anggota PWI terhadap hukum pers agar para jurnalis mampu menulis dengan cerdas dan mengetahui batas-batasnya.

Namun, ia juga menyayangkan ketidakhadiran Ketua Pengadilan Negeri Kota Bekasi, yang menurutnya penting untuk melengkapi perspektif sistem hukum (legislatif, eksekutif, dan yudikatif).

Optimisme Penutup:

“Pers yang beretika akan dihormati hukum. Pers yang jujur akan dihormati sejarah. Mari kita jaga marwah profesi ini, agar pena kita tetap tajam, tapi tidak menusuk, hanya menerangi,” tutup Ade Muksin.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, menegaskan semangat baru para jurnalis: menulis lebih cerdas, bukan hanya lebih cepat. (Red)


There is no ads to display, Please add some
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi

  • Kejaksaan Kabupaten Bekasi Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM: Upaya Konkret Kendalikan Inflasi Jelang HUT RI ke-80

    Kejaksaan Kabupaten Bekasi Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM: Upaya Konkret Kendalikan Inflasi Jelang HUT RI ke-80

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASIVOICE.COM | CIKARANG PUSAT – 12 Agustus 2025 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan menggelar pasar murah dan bazar UMKM. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif “Pasar Murah Sinergi” yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Lahir ke-80 […]

  • Inovasi Dede Nurdiansyah untuk ASEAN Blue Innovation Challenge 2024: Refill Station Smart Eco

    Inovasi Dede Nurdiansyah untuk ASEAN Blue Innovation Challenge 2024: Refill Station Smart Eco

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle MM
    • 0Komentar

    Bekasi – Dede Nurdiansyah, inovator asal Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ASEAN Blue Innovation Challenge 2024 yang diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP). Perlombaan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dan mendorong perkembangan inovasi ekonomi biru di Asia Tenggara, yang mencakup ekosistem laut dan air tawar. Persiapan Matang Dede telah […]

  • Ketua DPRD Sarankan Normalisasi dan Perapihan Bantaran Sungai di Kabupaten Bekasi

    Ketua DPRD Sarankan Normalisasi dan Perapihan Bantaran Sungai di Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASIVOICE.COM | Cikarang, Pasca Banjir Kabupaten Bekasi mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pembenahan aliran sungai di Kabupaten Bekasi. Banyaknya bangunan liar (Bangli) disepanjang aliran sungai/kali diduga jadi masalah utama selain penangan sampah yang belum maksimal. Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron turut mengomentari prihal tersebut dirinya menyarankan untuk menormalisasi sungai-sungai […]

  • Warga Jati Asih Bekasi Sumbang Rp 379 Juta Lebih untuk Korban Bencana di Sumatera

    Warga Jati Asih Bekasi Sumbang Rp 379 Juta Lebih untuk Korban Bencana di Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASIVOICE.COM | KOTA BEKASI — Warga Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, menunjukkan kepedulian dan semangat solidaritas yang tinggi dengan menyerahkan donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). Penyerahan bantuan ini dilakukan secara resmi di Pendopo Kantor Kecamatan Jatiasih. (13/12/2025). Donasi fantastis senilai Rp 379.513.500,- tersebut […]

  • Kampung Sopel Destinasi Kuliner di Desa Lambangsari Tambun Selatan

    Kampung Sopel Destinasi Kuliner di Desa Lambangsari Tambun Selatan

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASIVOICE.COM | Tambun Selatan, Kampung Sopel merupakan sebutan dari salah satu kampung di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebutan kampung Sopel sendiri merupakan kepanjangan dari Sosis Pele dimana dalam satu kampung banyak warganya yang menjual aneka gorengan seperti sosis, fish roll, cikwa, otak-otak, ati, kulit, usus, odeng, bakso, kornet daging, dan aneka gorengan […]

  • Mengenal Bemby Hidayatullah Bocah Bekasi Berprestasi Kuliah Hingga ke-Spanyol

    Mengenal Bemby Hidayatullah Bocah Bekasi Berprestasi Kuliah Hingga ke-Spanyol

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bekasivoice.com – Sukawangi, Bemby Hidayatullah merupakan bocah kelahiran Bekasi, 05 Oktober 2003,  Anak pertama pasangan dari Bapak Utan dan ibu Eis yang berprofesi sebagai tukang nasi uduk dan pengrajin kusen kayu. Lahir dari keluarga sederhana tak menyurutkan mimpi Bemby untuk mengejar mimpinya bisa bersekolah di luar Negri. Pasalnya semenjak Kecil Bemby selalu bermimpi untuk bisa […]

expand_less