Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, SDN Setiadarma 05 Tambun Selatan Kenalkan Perpustakaan Ramah Anak Saat MPLS
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasivoice.com | Tambun Selatan, Memasuki tahun ajaran baru 2026, berbagai inovasi menarik dilakukan oleh pihak sekolah untuk menyambut para peserta didik baru. Salah satunya seperti yang ditunjukkan oleh SD Negeri Setiadarma 05, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah ini secara khusus memperkenalkan fasilitas teranyarnya, yaitu Perpustakaan Ramah Anak. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata sekolah untuk mendekatkan literasi kepada anak-anak sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah dasar.
Perpustakaan Ramah Anak di SDN Setiadarma 05 ini ruangannya ditata penuh warna, dilengkapi dengan karpet yang nyaman untuk membaca lesehan, serta dihiasi gambar-gambar edukatif yang menarik perhatian. Buku-buku yang disediakan pun disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, mulai dari buku cerita bergambar, ensiklopedia anak, hingga buku pengetahuan umum yang interaktif.
Kepala Sekolah SDN Setiadarma 05, Siti Rohayah, S.E menyampaikan bahwa pengenalan perpustakaan ini sengaja diselipkan dalam agenda MPLS agar paradigma anak-anak tentang perpustakaan berubah.
“Kami ingin anak-anak, terutama siswa baru kelas satu, melihat bahwa perpustakaan bukanlah tempat yang membosankan, kaku, atau menakutkan dengan aturan yang terlalu mengekang. Sebaliknya, kami mendesain tempat ini agar menjadi ruang yang menyenangkan, aman, dan memicu rasa ingin tahu mereka. Melalui sudut-sudut yang ramah anak ini, proses belajar dan membaca bisa bertransformasi menjadi sebuah petualangan yang asyik bagi mereka,” ujar Siti Rohayah saat dihubungi via telpon dalam kegiatan MPLS. (16/07)
Lebih lanjut, Siti Rohayah mengungkapkan harapan besarnya terhadap keberadaan fasilitas baru ini untuk masa depan literasi para siswa. Beliau berharap perpustakaan ini tidak sekadar menjadi pajangan, tetapi menjadi jantung aktivitas belajar yang inklusif di sekolah.
“Saat ini ada 40 Siswa baru, Harapan besar saya, Perpustakaan Ramah Anak ini mampu menjadi pemantik utama dalam menumbuhkan budaya literasi dan minat baca yang tinggi sejak dini. Kami ingin melahirkan generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan berwawasan luas. Semoga ke depannya tempat ini selalu ramai dikunjungi anak-anak, menjadi ruang rekreasi yang mendidik, sekaligus mampu memfasilitasi kebutuhan emosional dan kognitif seluruh siswa tanpa terkecuali,” tambahnya penuh harap.
Selama kegiatan MPLS berlangsung, para siswa baru tampak antusias saat diajak berkunjung ke perpustakaan. Mereka diperbolehkan memilih buku favorit mereka, mendengarkan sesi mendongeng dari guru, dan menikmati suasana ruangan yang nyaman. Pihak sekolah berharap, langkah awal yang positif ini menjadi modal berharga bagi siswa untuk menjalani masa sekolah dengan penuh semangat dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. (Red)
- Penulis: Redaksi

