PNM Bekasi Bekali 50 Pengemudi Ojol Disabilitas – Tunarungu dengan Literasi Keuangan dan Safety Riding
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BEKASIVOICE.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Literasi Keuangan dan Safety Riding bagi pengemudi ojek online (ojol) penyandang disabilitas – tunarungu. Kegiatan yang digelar PNM Cabang Bekasi bersama Astra Honda Motor dan PT Jasa Raharja (Persero) tersebut berlangsung di Bekasi, Selasa (3/11/2026), dengan melibatkan 50 peserta.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Jasa Manajemen PNM Merphino Soelaksmono dan Manajer Astra Honda Motor Daniel Aria. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara bagi pengemudi ojol penyandang disabilitas – tunarungu.
Dalam menjalankan pekerjaan sebagai pengemudi ojol, kemampuan mengelola pendapatan dan menjaga keselamatan di jalan merupakan dua hal penting. Terlebih, penghasilan pengemudi yang cenderung tidak tetap membutuhkan kecakapan dalam mengatur keuangan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempersiapkan kebutuhan masa depan.
Melalui kegiatan ini, PNM memberikan pembekalan literasi keuangan, mulai dari cara mengatur pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga membangun kebiasaan menabung. Sementara itu, Astra Honda Motor dan Jasa Raharja turut memberikan edukasi mengenai perlindungan berkendara serta pengetahuan dasar keselamatan atau safety riding.
Untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan post-test. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Salah satu peserta, Dewi, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan yang diberikan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi para pengemudi ojol penyandang disabilitas – tunarungu.
“Terima kasih kepada PNM dan seluruh mitra yang sudah mendukung kegiatan hari ini. Kegiatan ini menambah ilmu kami, dan kami berharap ke depan pengemudi ojek online bisa terus berkembang dan mandiri,” ujar Dewi.
Kepala Biro TJSL & ESG PT Jasa Raharja (Persero), R.A. Wulandari Esti Rizkiwati, menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas – tunarungu.
“Kami memandang pentingnya edukasi keselamatan yang inklusif agar setiap pengemudi memiliki pemahaman dan kesadaran dalam melindungi diri maupun pengguna jalan lainnya. Kami percaya sinergi lintas perusahaan seperti ini dapat memperluas manfaat program sosial dan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi semua,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Jasa Manajemen PNM Merphino Soelaksmono menyampaikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk terus berkarya dan berkontribusi secara produktif.
Ia berharap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk semakin mandiri, percaya diri, serta memiliki kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Bekasi Ucok Febri Agustinus mengatakan, pemberdayaan masyarakat harus menjangkau seluruh kalangan tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang seseorang.
“Kami ingin memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi teman-teman pengemudi ojek online disabilitas – tunarungu, baik dalam mengelola keuangan maupun menjaga keselamatan saat bekerja. Kami berharap kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian peserta dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ini menjadi bagian dari komitmen PNM untuk terus menghadirkan pemberdayaan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Ucok.
Melalui kolaborasi bersama Astra Honda Motor dan Jasa Raharja, PNM berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi para pengemudi ojol penyandang disabilitas – tunarungu. Tidak hanya membantu peserta mengelola penghasilan secara lebih terencana dan memahami keselamatan berkendara, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi serta menciptakan lingkungan kerja dan lalu lintas yang lebih aman, inklusif, dan memberikan kesempatan setara bagi semua. (Md/Red)
- Penulis: Redaksi


