Breaking News
dark_mode
Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Musda XI Golkar Kabupaten Bekasi Dibuka, Akhmad Marjuki: Perbedaan Jangan Jadi Pemecah Persatuan

Musda XI Golkar Kabupaten Bekasi Dibuka, Akhmad Marjuki: Perbedaan Jangan Jadi Pemecah Persatuan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, BEKASIVOICE.com – DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Tahun 2026 di Nuanza Hotel & Convention, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Senin (24/8/2026) siang.

 

Musda XI sebelumnya diawali dengan kegiatan Pendidikan Politik DPD Partai Golkar Jawa Barat Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 1.000 pengurus dan kader Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

 

Sejumlah tokoh politik turut hadir dalam pembukaan Musda XI. Di antaranya Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI Puteri Anetta Komarudin, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi H. Sunandar, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor M. Rusli Prihatevy, Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya, serta politisi senior Partai Golkar Kabupaten Bekasi H. Sarim Saefudin.

 

Hadir pula Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi Siti Qomariyah, Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi Jamil, S.E., Ketua KPU Kabupaten Bekasi Ali Rido dan Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi.

 

 

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, H. Akhmad Marjuki, mengatakan Musda merupakan agenda lima tahunan yang memiliki arti strategis bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, arah Partai Golkar Kabupaten Bekasi ke depan akan sangat ditentukan melalui forum tersebut.

 

“Musda memang momen lima tahunan sekali, tetapi arah partai ke depan ditentukan hari ini. Kita akan melewati banyak momentum pemilihan, seperti Pilkada dan Pileg,” ujar Akhmad Marjuki.

 

Ia mengakui perbedaan pandangan maupun pilihan merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam sebuah musyawarah. Namun, menurutnya, perbedaan justru menjadi bagian dari proses yang membuat Partai Golkar semakin besar dan matang.

 

“Di dalam musyawarah itu pasti ada perbedaan. Tetapi justru dengan perbedaan itulah yang membesarkan Partai Golkar,” katanya.

 

Akhmad berharap seluruh kader dapat mengakhiri setiap perbedaan setelah Musda selesai dan kembali bersatu untuk membesarkan partai.

 

“Saya berharap usai Musda, semua keluar dengan satu tujuan, yakni membuat Partai Golkar lebih baik lagi. Segala perbedaan saya harap diselesaikan hari ini juga,” tegasnya.

 

Hal senada disampaikan Ketua Penyelenggara Musda XI, Novi Yasin. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda berpedoman pada petunjuk AD/ART Partai Golkar, sementara kepanitiaan dibentuk melalui mekanisme musyawarah.

 

Menurut Novi, terdapat dua agenda utama yang menjadi fokus Musda XI. Pertama, menyampaikan dan mengevaluasi program kerja partai selama lima tahun terakhir. Kedua, memilih Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

 

“Persatuan Partai Golkar adalah yang utama. Berbeda pilihan itu biasa, jangan jadikan ini sebagai kendala. Kami berpesan agar setelah Musda ini kita semua bisa bersatu kembali,” ujar Novi.

 

Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja berharap Musda XI dapat berlangsung secara demokratis dan mengedepankan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

 

Menurutnya, dinamika dan perbedaan pandangan dalam proses organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, seluruh tahapan harus tetap berjalan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan daerah.

 

“Saya berharap Musda kali ini dapat berlangsung secara demokratis. Adapun perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun seluruh proses tersebut harus dijalani dengan kedewasaan,” kata Asep.

 

Ia juga berharap siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi dapat membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

 

“Agar ke depan siapapun yang terpilih bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun Kabupaten Bekasi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, juga meminta seluruh kader menjaga suasana Musda tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa dinamika internal harus segera diakhiri setelah keputusan organisasi ditetapkan.

 

“Saya tidak mau ada dinamika. Kalau pun ada dinamika, cukup sore ini saja. Besok sudah harus sama-sama lagi, bekerja memenangkan Partai Golkar di Kabupaten Bekasi,” tegas Daniel.

 

Ia meminta siapapun yang nantinya dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi segera mengonsolidasikan seluruh kekuatan partai dan mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang.

 

“Siapapun yang terpilih bisa langsung berkonsentrasi memenangkan Partai Golkar,” katanya.

 

Daniel juga meminta kepemimpinan hasil Musda tidak hanya mengandalkan struktur yang sudah ada, tetapi mampu merangkul seluruh komponen potensial yang dapat diberdayakan untuk memperkuat partai.

 

“Rangkul semua komponen yang potensial dan bisa diberdayakan,” pesannya.

 

Daniel pun mendorong agar seluruh rangkaian Musda berjalan efektif dan tidak berlarut-larut.

 

“Saya minta dicepatkan saja prosesnya, jangan ada olah-olah,” pungkasnya.

 

Pembukaan Musda XI tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kabupaten Bekasi untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru. Di tengah dinamika dan perbedaan pilihan, pesan yang mengemuka dari jajaran pimpinan partai maupun pemerintah daerah adalah menjaga persatuan dan memastikan seluruh kader kembali solid setelah Musda berakhir. (Ccp)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi

expand_less