![]()
BEKASIVOICE.COM | CIKARANG, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., kembali turun ke masyarakat dalam rangka masa reses persidangan tahun ini. Kali ini, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII tersebut menggelar pertemuan dan diskusi strategis bersama Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia di Sahid Hotels Lippo Cikarang pada Kamis, (18/12/2025).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menjembatani aspirasi para pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor pengelolaan limbah dengan kebijakan di tingkat pusat.
Dalam sambutannya, H. Jalal Abdul Nasir menekankan pentingnya peran pengusaha limbah dalam ekosistem industri nasional. Menurutnya, pengelolaan limbah bukan hanya soal bisnis, melainkan bagian vital dari menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung konsep ekonomi sirkular (circular economy).
“Masa reses ini saya manfaatkan untuk mendengar langsung kendala apa saja yang dihadapi teman-teman di lapangan. Pengusaha limbah industri memiliki peran ganda: sebagai penggerak ekonomi lokal dan garda terdepan dalam menjaga lingkungan agar limbah industri terkelola sesuai standar,” ujar H. Jalal.
Diskusi berlangsung hangat dengan membahas berbagai isu krusial, mulai dari tantangan perizinan, standar pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), hingga perlunya proteksi dan pembinaan bagi pengusaha limbah lokal agar mampu bersaing dan bersinergi dengan industri-industri besar.
Perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia mengapresiasi kehadiran H. Jalal yang bersedia membuka ruang dialog. Mereka menyampaikan harapan agar regulasi yang ada tidak memberatkan pengusaha kecil dan menengah, serta adanya kemudahan akses dalam pengurusan legalitas usaha.
Menanggapi hal tersebut, H. Jalal berkomitmen untuk membawa poin-poin aspirasi ini ke gedung parlemen. Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat melalui regulasi dan para pelaku usaha di daerah harus berjalan beriringan.
“Aspirasi terkait penyederhanaan birokrasi dan dukungan teknologi pengolahan limbah akan menjadi catatan penting saya untuk disuarakan di Senayan. Kita ingin pengusaha limbah kita naik kelas, profesional, dan taat aturan, Apalgi hari ini juga hadir perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup yaitu pak Amsor dari PSLB3” tambahnya.
Kegiatan reses ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi intensif. H. Jalal Abdul Nasir berharap asosiasi ini dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kawasan industri yang bersih, hijau, dan bernilai ekonomis tinggi.
“Prinsipnya, kami di DPR RI akan terus mengawal regulasi yang pro-pertumbuhan namun tetap pro-lingkungan,” tutup H. Jalal. (MD).