HUT ke-76 Kabupaten Bekasi, H. Bagas Soroti Pemerataan Pembangunan dan Pekerjaan Rumah Daerah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BEKASIVOICE.com — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 menjadi momentum bagi Ketua LSM 354 Indonesia DPD Kabupaten Bekasi, H. Bagas Sugeng, T, untuk menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap perjalanan pembangunan daerah.
Dalam pernyataannya, H. Bagas menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang diperingati setiap 15 Agustus. Tahun ini, Kabupaten Bekasi genap berusia 76 tahun, terhitung sejak 15 Agustus 1950 hingga 15 Agustus 2026.
Menurut H. Bagas, perjalanan Kabupaten Bekasi selama lebih dari tujuh dekade menunjukkan transformasi yang sangat besar. Daerah yang dahulu dikenal sebagai kawasan agraris dan salah satu lumbung padi kini berkembang menjadi salah satu pusat industri penting di tingkat nasional.
Perubahan tersebut terlihat dari berkembangnya sejumlah kawasan industri besar, seperti Jababeka, EJIP, dan MM2100, yang menjadi bagian penting dari aktivitas manufaktur sekaligus penggerak perekonomian Kabupaten Bekasi.
Namun, H. Bagas mengingatkan agar pesatnya industrialisasi tidak membuat sektor pertanian dan ketahanan pangan kehilangan perhatian.
“Kabupaten Bekasi memang telah tumbuh menjadi salah satu pusat industri nasional. Tetapi kita juga tidak boleh melupakan akar Kabupaten Bekasi sebagai daerah agraris. Pertanian dan ketahanan pangan tetap harus menjadi perhatian, terutama di wilayah utara seperti Tarumajaya dan Muaragembong,” ujar H. Bagas.
Ia menilai, wilayah-wilayah tersebut memiliki peran strategis dalam mempertahankan sektor pertanian di tengah tekanan perkembangan kawasan industri dan permukiman.
Selain sektor ekonomi, H. Bagas juga menyoroti perkembangan infrastruktur yang turut mengubah wajah Kabupaten Bekasi. Pembangunan jaringan jalan, konektivitas transportasi, kawasan pemerintahan hingga pusat-pusat ekonomi dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah.
Namun, menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan jangan hanya terlihat dari berdirinya gedung, jalan, kawasan industri atau proyek fisik lainnya. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana pembangunan tersebut memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
H. Bagas juga menyinggung persoalan demografi yang dihadapi Kabupaten Bekasi. Pertumbuhan penduduk dan keberagaman masyarakat, menurut dia, merupakan modal sosial yang harus dikelola secara baik agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Di balik berbagai capaian tersebut, H. Bagas menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Persoalan banjir tahunan menjadi salah satu hal yang menurutnya harus mendapatkan solusi lebih komprehensif dan berkelanjutan. Selain itu, pemerataan pembangunan antara wilayah utara dan selatan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta transparansi dalam tata kelola anggaran juga harus terus menjadi perhatian.
“Kami berharap persoalan-persoalan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar dicarikan solusi yang terukur, berkelanjutan dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
H. Bagas menegaskan, LSM 354 Indonesia siap mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, sikap kritis bukan berarti berseberangan dengan pemerintah, melainkan bagian dari fungsi kontrol masyarakat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan publik.
“Kami di LSM 354 Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi Pemerintah Daerah. Kami akan memberikan apresiasi terhadap capaian yang baik, tetapi juga akan menyampaikan kritik apabila masih ada persoalan yang harus diperbaiki,” ujarnya.
H. Bagas juga mengingatkan bahwa makna kemerdekaan dan pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajah, tetapi juga bebas dari kemiskinan, bebas dari kebodohan dan bebas dari ketidakadilan. Inilah esensi perjuangan yang harus terus kita isi di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Memasuki usia ke-76, H. Bagas berharap Hari Jadi Kabupaten Bekasi tidak berhenti sebagai momentum seremonial. Menurutnya, hari jadi harus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus menyusun langkah perbaikan ke depan.
Ia merangkum harapan tersebut dalam tiga semangat, yakni bangkit, maju dan sejahtera.
“Bangkit dalam semangat gotong royong, maju dalam pelayanan dan pembangunan, serta sejahtera untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi. Itulah yang harus menjadi orientasi bersama,” kata H. Bagas.
Ia juga berharap Kabupaten Bekasi ke depan semakin “BERSINAR”, yakni Bersih, Sehat, Berdaya Saing dan Religius, sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap cita-cita besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76. Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera Untuk Semua,” pungkas H. Bagas. (Red)
- Penulis: Redaksi

