Kompol Wuryanti Raih Penghargaan Local Hero, Konsisten Dorong Satu RW Satu Bank Sampah di Kabupaten Bekasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 25 menit yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BEKASIVOICE.com — Konsistensi Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti, S.H., M.H. dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ia dianugerahi penghargaan sebagai Penggiat Lingkungan Hidup (Local Hero) atas kiprahnya mendorong program satu RW satu bank sampah di Kabupaten Bekasi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja kepada Kompol Wuryanti seusai upacara Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap upaya Kompol Wuryanti yang selama lebih dari satu dekade aktif mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Baginya, sampah bukan semata persoalan kebersihan, tetapi juga persoalan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari sumbernya.
Kompol Wuryanti diketahui telah aktif memberikan edukasi pengelolaan sampah sejak 2015. Dari kegiatan tersebut, ia turut mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sekaligus membangun bank sampah di lingkungan permukiman.
Pendekatan yang digunakan tidak sekadar mengandalkan sosialisasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah maupun petugas kebersihan apabila masyarakat belum memiliki kesadaran untuk mengelola sampahnya sendiri.
Salah satu gagasan yang terus didorong adalah pembentukan satu RW satu bank sampah. Konsep tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya sekaligus memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang masih memiliki manfaat.
Bagi Kompol Wuryanti, penghargaan sebagai Local Hero bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia justru melihat penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi pelengkap deretan apresiasi dari pemerintah atas apa yang saya upayakan selama belasan tahun. Ini bukan hanya penghargaan untuk saya, tetapi juga untuk masyarakat dan seluruh pihak yang selama ini bersama-sama bergerak dalam pengelolaan sampah,” ujar Kompol Wuryanti.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan membutuhkan gerakan yang konsisten dan berkelanjutan. Edukasi kepada masyarakat, kata dia, harus terus dilakukan agar kebiasaan memilah dan mengelola sampah dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Apresiasi dari Pemkab Bekasi tersebut juga menambah deretan penghargaan yang sebelumnya diterima Kompol Wuryanti atas kiprahnya di bidang lingkungan.
Pada tahun sebelumnya, ia menerima Karya Dharma Mahawana (KDM Awards) dari Gubernur Jawa Barat atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah dan mendorong pembentukan bank sampah.
Rangkaian apresiasi tersebut menjadi penanda bahwa gerakan yang dibangun Kompol Wuryanti selama bertahun-tahun telah mendapat perhatian di tingkat daerah maupun provinsi.
Namun bagi Wuryanti, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan penghargaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesadaran masyarakat terus tumbuh dan gerakan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dapat berjalan secara konsisten.
Ia juga melihat adanya kaitan antara lingkungan yang tertata dengan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang memiliki aktivitas pengelolaan sampah secara mandiri cenderung memiliki interaksi antarwarga yang lebih kuat.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak terhadap kebersihan, tetapi juga dapat memperkuat pengawasan sosial di lingkungan masyarakat sehingga turut membantu mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kompol Wuryanti berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus berkembang di seluruh Kabupaten Bekasi. Ia menilai keberadaan bank sampah di setiap RW dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Harapannya, kesadaran masyarakat semakin kuat. Sampah harus dikelola mulai dari sumbernya, dari rumah masing-masing. Kalau setiap warga memiliki kepedulian, kemudian setiap RW memiliki bank sampah, dampaknya akan jauh lebih besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Ccp)
- Penulis: Redaksi

