Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Desak Subsidi Transjabodetabek Tetap Dipertahankan
- account_circle Muhaidin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASIVOICE.com, BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengambil langkah langsung dengan menghubungi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melalui sambungan telepon pribadi, meminta agar subsidi layanan transportasi lintas wilayah Transjabodetabek tidak dihapus di tengah rencana penyesuaian tarif yang tengah diwacanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pramono mengungkapkan komunikasi itu dalam keterangannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
“Kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi, jangan sampai kemudian tidak disubsidi,” ungkap Pramono.
Merespons permintaan tersebut, Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa subsidi tidak akan dihapus sepenuhnya. Namun demikian, sejumlah rute tetap akan mengalami penyesuaian tarif.
“Nggak mungkin nggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi. Tetapi yang jelas, akan ada beberapa yang perlu penyesuaian,” tutur mantan Sekretaris Kabinet itu.
Tarif Rp3.500 Blok M–Soetta Dinilai Tak Realistis
Salah satu rute yang paling mendesak untuk disesuaikan adalah Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, yang saat ini masih dibanderol Rp3.500 per perjalanan. Pramono menilai tarif tersebut sudah jauh dari wajar mengingat jarak dan biaya operasional yang harus ditanggung.
“Blok M ke Soekarno-Hatta kan sekarang Rp3.500, koper juga bisa naik ke bus. Bahkan dibandingkan dengan Damri yang paling murah kan Rp80 ribu, taksi rata-rata Rp200 ribu. Kalau kemudian Rp3.500, untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup,” papar Pramono.
Beban Subsidi Membengkak, Halte di Luar Jakarta pun Ditanggung DKI
Pramono juga mengungkap salah satu akar persoalan yang membuat beban subsidi Transjabodetabek terus membesar, yakni kewajiban DKI Jakarta merawat halte-halte yang secara administratif berada di luar wilayahnya.
“Kenapa subsidinya juga menjadi besar, hampir semua halte yang bukan di wilayah Jakarta pun kami harus yang merawat. Itulah yang menjadi penyebab kemudian kenapa akan ada penyesuaian,” lanjutnya.
Meski begitu, Pramono menekankan bahwa seluruh keputusan penyesuaian tarif akan diambil dengan sangat cermat agar masyarakat tidak berpaling kembali ke kendaraan pribadi.
“Prinsipnya, pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali,” pungkas Pramono.
Bagi warga Bekasi yang sehari-hari mengandalkan Transjabodetabek sebagai moda transportasi menuju Jakarta, perkembangan kebijakan ini menjadi perhatian serius. Sebelumnya, tarif Transjabodetabek dilaporkan berpotensi naik hingga Rp15.000 pada sejumlah rute tertentu.
- Penulis: Muhaidin
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://www.suara.com/news/2026/06/10/141054/wali-kota-bekasi-telepon-langsung-pramono-minta-subsidi-transjabodetabek-tak-dipangkas#google_vignette