Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan, Pasar Baru Cikarang Bakal Dibenahi Lewat CSR Bank BJB
- account_circle Mabrur
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIKARANG, KAB. BEKASI â BEKASIVOICE.com â Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya bergerak nyata untuk menangani persoalan kronis yang sudah lama membelit Pasar Baru Cikarang: lautan lapak pedagang yang meluber hingga ke badan jalan, mengganggu lalu lintas, dan mencoreng wajah kawasan perdagangan terbesar di jantung Kabupaten Bekasi itu.
Langkah konkret itu dimulai ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung kondisi Pasar Baru Cikarang pada Sabtu, 13 Juni 2026, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Kunjungan tersebut bukan yang pertama, Gubernur yang akrab disapa KDM ini diketahui telah dua kali mendatangi pasar tersebut, pertanda keseriusan perhatiannya terhadap persoalan ini.
Bersih-Bersih Dulu, Revitalisasi Menyusul
Dari hasil peninjauan itu, disepakati bahwa penanganan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama bersifat segera: membersihkan dan menata area bawah Pasar Baru Cikarang yang selama ini dipenuhi tumpukan sampah, kemudian melakukan pengecatan fasad bangunan dan memperbaiki titik-titik yang mengalami kerusakan.
“Nanti kita rapikan terlebih dahulu bagian bawah pasar, termasuk membersihkan area yang kurang tertata dan memperbaiki tampilan bangunan agar lebih baik dari sebelumnya. Saat ini kami masih menunggu pembentukan tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dukungan pendanaan melalui program CSR,” ujar Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.
Dinas Perdagangan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi ditugaskan untuk mengeksekusi pembersihan menyeluruh sebelum area bawah pasar dapat difungsikan sebagai tempat relokasi pedagang. Penataan akan disesuaikan dengan jenis dagangan: area bawah direncanakan untuk pedagang sayuran, sementara area atas dioptimalkan sebagai sentra kuliner atau food court.
CSR Bank BJB Biayai Trotoar dan Lahan Parkir
Pendanaan untuk penataan sementara ini tidak akan membebani kas daerah. Sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi, Bank BJB akan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperbaiki trotoar di sekitar kawasan pasar. Halaman Pasar Baru Cikarang pun akan diperbaiki dengan pengaspalan (hotmix) maupun paving block, yang nantinya difungsikan sebagai area parkir kendaraan pembeli sekaligus lokasi bongkar muat pengangkut sayuran.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo, menegaskan bahwa seluruh proses penataan sementara ini akan melibatkan forum pedagang serta tim internal yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“DED saat ini sedang dalam proses penyusunan. Berbagai masukan, termasuk arahan dari Plt. Bupati Bekasi terkait konsep penataan pasar, akan dituangkan dalam dokumen perencanaan tersebut sehingga hasil revitalisasi nantinya sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Gatot.
Revitalisasi Besar Ditarget 2027
Penataan sementara ini hanyalah jembatan menuju langkah yang jauh lebih besar. Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk revitalisasi menyeluruh Pasar Baru Cikarang yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Penyusunan DED dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, karakteristik bangunan eksisting, serta kebutuhan riil para pedagang dan masyarakat.
Gatot berharap proses kajian dan penyusunan DED dapat segera rampung agar revitalisasi bisa berjalan sesuai jadwal.
“Kami berharap revitalisasi Pasar Baru Cikarang dapat berjalan sesuai harapan sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib, nyaman, dan tidak lagi menimbulkan kemacetan maupun gangguan lalu lintas di Jalan Raya RE Martadinata,” tandas Gatot.
Plt Bupati Asep juga menitipkan pesan kepada para pedagang agar ikut mendukung program ini dengan tertib masuk ke dalam pasar begitu area bawah selesai ditata.
“Saya berharap para pedagang dapat mendukung dan disiplin. Ketika area bawah pasar sudah rapi dan siap ditempati, pedagang yang saat ini berada di luar harus masuk ke dalam agar lingkungan pasar lebih tertata dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” ujarnya.

