Pejabat dan Direksi BUMD Bekasi Bolos Upacara Hari Lahir Pancasila, Pemkot Janji Evaluasi
- account_circle Mabrur
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASIVOICE.com – Sejumlah kursi kosong terlihat mencolok di barisan pejabat saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Plaza Patriot, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (1/6/2026). Tidak tanggung-tanggung, ketidakhadiran itu bukan hanya dari kalangan pejabat struktural, tetapi juga dari jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi.
Padahal, momentum 1 Juni bukan sekadar hari libur nasional biasa. Hari Lahir Pancasila adalah peringatan bersejarah yang setiap tahun dirayakan dengan upacara resmi sebagai wujud penghormatan terhadap dasar negara. Undangan resmi pun telah disebar jauh-jauh hari kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat struktural, hingga pimpinan perusahaan daerah.
Namun kenyataannya, sejumlah nama yang tertera dalam daftar undangan tidak menampakkan diri.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, tidak mengelak soal kondisi tersebut. Ia mengakui banyak pejabat yang absen dan memastikan akan ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“Ini kan sudah terlalu lama libur, jadi akan kami evaluasi. Banyak juga yang meminta izin,” kata Bobihoe kepada wartawan usai upacara berlangsung.
Bobihoe menduga masa libur panjang yang baru saja berakhir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi antusiasme kehadiran para undangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Evaluasi, katanya, menjadi langkah yang wajib ditempuh agar kedisiplinan aparatur tidak terus tergerus.
Dari informasi yang dihimpun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi juga tidak hadir dalam upacara tersebut. Namun ketidakhadiran Sekda dikonfirmasi bukan karena mangkir—ia tengah menjalankan agenda penting lain yang telah mendapatkan izin resmi dari pimpinan.
Meski demikian, ketidakhadiran sejumlah wajah penting di barisan pejabat tetap memantik pertanyaan publik. Upacara Hari Lahir Pancasila sejatinya bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah ruang di mana komitmen aparatur negara terhadap nilai-nilai kebangsaan diperlihatkan secara nyata—bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga lewat kehadiran fisik di tengah momen yang bermakna bagi seluruh bangsa Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat lima pimpinan BUMD yang diundang namun tidak terlihat mengikuti kegiatan tersebut, yakni:
- Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi.
- Direktur Utama PT BPRS Patriot Kota Bekasi (Perseroda).
- Direktur PT Sinergi Patriot Kota Bekasi (Perseroda).
- Direktur PT Minyak dan Gas Bumi (Perseroda).
- Direktur PT Mitra Patriot (Perseroda).
Disiplin aparatur dalam menghadiri agenda kenegaraan resmi dinilai mencerminkan keseriusan birokrasi dalam menjaga wibawa pemerintahan. Ketika kehadiran menjadi pertanyaan justru di hari yang paling simbolik dalam kalender kebangsaan, maka evaluasi yang dijanjikan Bobihoe akan menjadi bahan ujian nyata komitmen Pemkot Bekasi dalam menegakkan aturan internal.
Publik Bekasi kini menantikan langkah konkret dari janji evaluasi tersebut—bukan sekadar pernyataan di depan kamera, melainkan tindakan tegas yang mampu memastikan kejadian serupa tidak terulang di agenda-agenda resmi berikutnya.
There is no ads to display, Please add some
- Penulis: Mabrur
- Editor: Redaksi
- Sumber: wartakota.tribunnews.com