Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Peristiwa » International » Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Dekat Selat Hormuz, Bukti Kejayaan Maritim Kekaisaran Parthia

Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Dekat Selat Hormuz, Bukti Kejayaan Maritim Kekaisaran Parthia

  • account_circle Mabrur
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN — BEKASIVOICE.com — Dunia arkeologi kembali diguncang penemuan mengejutkan dari selatan Iran, ketika para peneliti berhasil mengungkap sisa-sisa benteng kuno yang diyakini merupakan pangkalan angkatan laut era Kekaisaran Parthia berusia sekitar 2.000 tahun, yang berlokasi strategis di dekat Selat Hormuz.

Penemuan monumental ini sekaligus memperkuat narasi historis tentang dominasi Iran sejak zaman purba dalam mengamankan dan memantau salah satu jalur perdagangan maritim paling vital di muka bumi.

Dikutip dari Tehran Times, Jumat (5/6/2026), arkeolog dan penulis asal Provinsi Hormozgan, Hossein Hosseinzadeh-Shahabi, mengungkapkan bahwa serangkaian penggalian dan studi lapangan terbaru di wilayah Minab telah berhasil menemukan sisa-sisa struktur benteng dari periode Parthia.

“Lokasi tersebut berfungsi sebagai pangkalan angkatan laut strategis yang digunakan untuk melengkapi dan mengirimkan armada Iran ke Selat Hormuz,” kata Hosseinzadeh-Shahabi.

Titik Temu Jalur Sutra Darat dan Maritim

Temuan ini bukan sekadar penemuan fisik semata. Menurut Hosseinzadeh-Shahabi, situs tersebut membuka perspektif baru mengenai kontribusi besar peradaban Iran kuno dalam melindungi dan mengelola jalur perdagangan yang terhubung langsung dengan Jalur Sutra — jaringan niaga raksasa yang menghubungkan Timur dan Barat.

Para peneliti meyakini fasilitas tersebut sengaja dibangun untuk memantau lalu lintas maritim sekaligus mengawasi kapal-kapal dagang yang melintasi Jalur Sutra Maritim. Armada dagang itu mengangkut berbagai komoditas berharga dari pusat-pusat produksi utama di Asia khususnya China dan India menuju pasar-pasar di kawasan barat.

Secara geografis, Jalur Sutra tidak hanya terdiri atas jalur darat. Jalur darat membentang dari China, melewati dataran tinggi Iran, kota kuno Rhagae (kini dikenal sebagai Ray, dekat Teheran), lalu berlanjut ke Mesopotamia, Anatolia, hingga ke jantung Kekaisaran Romawi. Sementara itu, jalur pelayaran yang menghubungkan China dan India ke Teluk Persia menjadi urat nadi pengiriman barang dari Asia menuju pasar-pasar di belahan barat dunia.

Sisa-sisa arkeologis yang dimaksud ditemukan secara spesifik di kawasan Nakhl-e Ebrahimi, Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Para arkeolog juga berhasil mendokumentasikan keberadaan teluk kuno bernama Kahur Langar-e Chini Creek, yang membentang dari kawasan Tiyab di Minab menuju lokasi benteng.

Kepekaan Geopolitik Iran Sejak Dua Milenium Lalu

Lebih jauh, Hosseinzadeh-Shahabi menilai temuan ini membuktikan bahwa para penguasa Iran kuno telah memahami dengan sangat baik nilai geopolitik dan ekonomi Selat Hormuz, hampir dua ribu tahun sebelum jalur itu menjadi rebutan kekuatan-kekuatan besar modern.

Ia menambahkan bahwa Kekaisaran Romawi pada masa itu berupaya keras memperoleh akses langsung terhadap sutra, rempah-rempah, dan batu mulia dari timur, tanpa harus bergantung pada rute yang melewati wilayah kekuasaan Iran. Dalam konteks inilah, pembangunan instalasi angkatan laut dan pengawasan ketat atas jalur perairan strategis menjadi bagian integral dari kebijakan Iran untuk melindungi kepentingan ekonominya dan mempertahankan posisi dominan dalam jaringan perdagangan internasional.

Penemuan di Minab ini menambah khazanah bukti arkeologis mengenai sejarah maritim Iran semasa Kekaisaran Parthia, yang berkuasa pada rentang 247 SM hingga 224 Masehi. Temuan tersebut sekaligus memberikan gambaran yang jauh lebih kaya dan mendalam mengenai peran sentral Selat Hormuz dalam sejarah perdagangan dunia kuno.

Hingga hari ini, Selat Hormuz masih berdiri sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di planet ini  menghubungkan Teluk Persia dengan samudra luas dan jaringan perdagangan global yang terus bergerak tanpa henti.

  • Penulis: Mabrur
  • Editor: Redaksi
  • Sumber: kompas.com

Rekomendasi

expand_less