Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Berita » Peringati Setahun Tragedi Agustus 2025, Mahasiswa dan Ojol Bekasi Nyalakan 1.000 Lilin Demokrasi

Peringati Setahun Tragedi Agustus 2025, Mahasiswa dan Ojol Bekasi Nyalakan 1.000 Lilin Demokrasi

  • account_circle Team Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, Bekasivoice.com — Gabungan elemen masyarakat yang terdiri dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi menggelar aksi “Refleksi 1 Tahun Kerusuhan Agustus 2025”. Acara yang berlangsung penuh khidmat ini diadakan di Taman Plaza Patriot Chandrabhaga, Jumat (28/8/2026) malam.

Dalam peringatan yang mengusung tema “Dari Tragedi Menuju Kesadaran Kolektif” tersebut, massa menyalakan 1.000 lilin sebagai simbol duka sekaligus pengingat bagi para korban aksi demonstrasi di Jakarta pada tahun lalu. Lemen pemuda dan OKP yang turut hadir pada acara ini diantaranya ada KNPI Kota Bekasi, KAMMI, HMI, LMND, Pemuda ICMI, IKAMASI, PERMASI dan berbagai elemen mahasiswa di Bekasi.

Ketua HMI Bekasi Raya, Adhi Laksono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif lintas organisasi. Tujuannya adalah untuk terus mengawal isu kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia. Selain diisi dengan diskusi dan doa bersama, acara ini juga menjadi ajang solidaritas melalui penggalangan dana bagi para korban bencana alam di NTT, Kalimantan, dan Sumatera.

“Kami melaksanakan aksi penyalaan 1.000 lilin untuk mengenang pahlawan-pahlawan demokrasi. Selain itu, refleksi ini diselipkan dengan aksi donasi bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Adhi kepada bekasivoice.com.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, yang menyambut positif inisiatif para pemuda dan mahasiswa. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa para aktivis demokrasi setahun silam.

Putu menegaskan bahwa momentum refleksi ini bukan sekadar peringatan biasa, melainkan juga menjadi sarana evaluasi internal bagi jajaran kepolisian. Ia berkomitmen agar peristiwa masa lalu menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan pemahaman dan penghormatan personel terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

“Saya mengambil hikmah dari semangat refleksi ini untuk dibawa ke Polres. Pelajaran penting ini mendorong kami agar lebih memahami dan menghargai HAM. Mudah-mudahan ke depan ada penyempurnaan, sehingga penyampaian aspirasi masyarakat Kota Bekasi dapat terlayani dengan lebih baik lagi,” tegas Putu, sebelum memimpin doa bersama untuk korban kerusuhan Jakarta dan warga yang terdampak bencana alam.

Sementara itu, perwakilan komunitas ojol, Indra, turut memberikan penghormatan terakhirnya bagi mereka yang gugur demi memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Maju terus pantang mundur. Semoga para pejuang kemanusiaan diberikan tempat yang paling layak,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KNPI Kota Bekasi, Syahrir, menyoroti pentingnya peran strategis pemuda dalam menjaga marwah demokrasi, terutama di tengah dinamika politik dan rentetan bencana alam yang melanda negeri.

“Pemuda adalah harapan bangsa di masa depan. Mari kita perbaiki hal-hal yang masih kurang hari ini. Kita jadikan pemuda Kota Bekasi sebagai sosok yang terus berinovasi demi memajukan bangsa dan negara,” pungkas Syahrir.

  • Penulis: Team Redaksi

Rekomendasi

expand_less