![]()
BEKASIVOICE.COM | Babelan Bekasi- Keresahan warga Perumahan Pondok Permata, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mencapai puncaknya. Hari ini, Sabtu 24 Mei 2026, perwakilan warga dan pengurus lingkungan mengadakan musyawarah dengan pihak developer terkait maraknya kasus pencurian motor serta kelangkaan air bersih yang kerap melanda.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Yayan dan bu Ari dari pihak developer. Dari sisi warga, tampak hadir Muh Irsadul Barkah selaku Ketua RW 017, dan para ketua RT lainya diantarnya Ali Akhmad sebagai Ketua RT 31, Dwi yang mewakili ketua RT 34 dan ketua RT 35 Ihdan Basrie .
Warga secara terang-terangan mengeluhkan sistem keamanan dari developer yang dinilai kurang memadai. Beberapa kali insiden pencurian motor membuat warga merasa tidak nyaman dan cemas. “Kami sudah beberapa kali kehilangan motor. Ini sangat mengganggu kenyamanan kami sebagai penghuni,” ujar salah seorang warga yang hadir.
Menanggapi hal ini, Ketua RW 017, Muh Irshad Barkah, bersama para Ketua RT yang Hadir menyampaikan aspirasi warga agar developer dapat membangun Pagar pembatas di sepanjang area luar perumahan yang berbatasan dengan sawah. Area tersebut diidentifikasi sebagai jalur rawan bagi para pelaku pencurian motor dll.
Selain masalah keamanan, warga juga mengeluhkan perihal air sumur yang kurang layak . Ditambah lagi, gangguan PDAM yang sering terjadi membuat warga harus mengantre panjang di Mushola demi mendapatkan air bersih. “Antrean air bisa sampai panjang sekali. Ini sangat merepotkan, apalagi bagi ibu-ibu,” keluh warga lainnya.
Muh Irshad Barkah, selaku Ketua RW, juga menyampaikan harapan besar warga agar developer dapat membangun beberapa titik pusat air bersih. Hal ini sebagai bentuk kepedulian developer terhadap kesulitan yang dialami warga terkait pasokan air.
Menanggapi keluhan warga, Yayan, perwakilan dari pihak developer, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan keamanan lingkungan. “Terkait keamanan, kami akan meningkatkan dengan menutup area rawan menggunakan pagar di sepanjang area tersebut,” ujarnya.
Mengenai permasalahan air bersih, Pak Yayan menyampaikan bahwa pihak developer akan mendiskusikan hal tersebut dengan manajemen dan direksi. Ia juga menekankan pentingnya proposal dari pihak warga atau pengurus lingkungan berupa pembangunan sumur umum dan filter air bersih, sebagai dorongan untuk mewujudkan solusi tersebut.
Musyawarah ini diharapkan menjadi langkah terciptanya komunikasi yang baik antara warga dan developer, demi kenyamanan dan kesejahteraan penghuni Perumahan Pondok Permata di masa mendatang. ( Red )