Breaking News
dark_mode
Tags
Beranda » Berita » Pedagang Pasar Kranji Baru Mengadu ke Kejagung, Revitalisasi 7 Tahun Mangkrak Tinggalkan Kerugian Rp25 Miliar

Pedagang Pasar Kranji Baru Mengadu ke Kejagung, Revitalisasi 7 Tahun Mangkrak Tinggalkan Kerugian Rp25 Miliar

  • account_circle Redaksi Admin
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASIVOICE.com, ratusan pedagang Pasar Kranji Baru yang tergabung dalam wadah Rukun Warga Pasar (RWP) akhirnya melangkah ke jalur hukum dengan mendatangi Gedung Kejaksaan Agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 8 Juni 2026. Langkah itu diambil setelah proyek revitalisasi pasar yang dikelola PT Annisa Bintang Blitar (PT ABB) selama tujuh tahun dinilai tidak menunjukkan kemajuan berarti dan merugikan ribuan pedagang kecil.

Ketua RWP, Rosmawansyah Mahadi, menegaskan bahwa kedatangan ratusan pedagang ke Kejaksaan Agung bukan sekadar menyampaikan keluhan, melainkan disertai dokumen dan sejumlah bukti yang dianggap relevan untuk ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

“Kami menganggap Pemkot tidak serius menangani permasalahan mangkraknya revitalisasi Pasar Kranji Baru. Kami bukan hanya membawa laporan, tetapi juga membawa bukti-bukti,” tegas Rosmawansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (8/6/2026).

Dugaan Kerugian Negara Rp25 Miliar

Salah satu poin krusial yang dibawa pedagang dalam laporan tersebut adalah dugaan kerugian negara yang timbul dari proyek revitalisasi. Para pedagang menyebut total uang muka (DP) yang telah mereka setorkan kepada PT ABB mencapai sekitar Rp25 miliar. Dalam jumlah tersebut, terdapat komponen pajak sebesar 10 persen yang diduga tidak pernah disetorkan ke kas negara.

“Ada kerugian negara dari pembayaran DP pedagang yang totalnya kurang lebih Rp25 miliar. Di dalamnya terdapat pembayaran pajak 10 persen yang diduga tidak disetorkan kepada negara. Ini juga menjadi salah satu dasar laporan kami kepada Kejaksaan,” ujar Rosmawansyah.

Dari 1.200 Pedagang, Kini Tersisa 800

Proyek revitalisasi Pasar Kranji Baru bermula pada 2019 melalui skema Bangun Guna Serah (BGS), dengan PT ABB ditunjuk sebagai investor sekaligus pelaksana pembangunan. Pedagang lama dijanjikan memperoleh kios baru setelah membayar uang muka dan cicilan. Namun hingga pertengahan 2026, kondisi fisik pasar hampir tidak menunjukkan perkembangan signifikan.

Akibat ketidakpastian yang berlarut-larut, jumlah pedagang yang bertahan terus menyusut. Dari total lebih dari 1.200 pedagang yang semula terdaftar, kini hanya tersisa sekitar 800 pedagang.

“Dari awalnya lebih dari 1.200 pedagang, sekarang tinggal sekitar 800 pedagang saja. Yang dirugikan jelas rekan-rekan pedagang,” kata Rosmawansyah.

Tuntutan Pemutusan Kontrak Diabaikan sejak 2023

Para pedagang mengaku telah menempuh berbagai upaya persuasif sebelum memilih jalur hukum. Tuntutan agar Pemerintah Kota Bekasi memutus kerja sama dengan PT ABB bahkan sudah disampaikan sejak tahun 2023, namun tidak memperoleh respons yang diharapkan.

Rosmawansyah menilai pemerintah daerah semestinya mengambil sikap tegas terhadap PT ABB sejak jauh hari, bukan justru memberikan perlindungan kepada pengembang yang dinilai gagal memenuhi kewajibannya.

“Maka hari ini kami mengadukan nasib ke Kejaksaan Agung sebagai langkah untuk mencari keadilan. Kami yakin Kejaksaan dengan segenap prestasinya pada era Presiden Prabowo ini akan selalu berpihak pada kepentingan rakyat kecil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa uang yang disetorkan para pedagang adalah modal hidup rakyat kecil yang harus dilindungi.

“Ini uang hasil keringat rakyat kecil, jualan sayur, jualan ikan. Jangan sampai jadi bancakan,” tuturnya.

Mantan Dirut PT ABB Pernah Divonis Penjara

Proyek revitalisasi Pasar Kranji Baru sebelumnya juga telah menyeret kasus pidana. Pada November 2025, mantan Direktur PT ABB, Iwan Hartono, dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi usai divonis 2 tahun 6 bulan penjara dalam perkara penipuan terkait proyek tersebut. Meski manajemen telah berganti dan investor baru masuk, kondisi pembangunan pasar hingga kini masih terbengkalai tanpa kepastian penyelesaian.

Para pedagang kini menyerahkan seluruh data dan bukti kepada Kejaksaan Agung dan berharap proses hukum dapat berjalan secepatnya.

“Data-data yang sudah kami berikan kami serahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan untuk diproses secepat mungkin,” pungkas Rosmawansyah.

Rekomendasi

  • BPBD Kabupaten Bekasi Gelar Pembinaan FPRB Tingkat Desa dan Kelurahan 2024

    BPBD Kabupaten Bekasi Gelar Pembinaan FPRB Tingkat Desa dan Kelurahan 2024

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bekasivoice.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Pembinaan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Tingkat Desa dan Kelurahan Tahun 2024, di Hotel Grand Cikarang Jababeka, Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Rabu (21/8) pagi. Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi, Agus Suparno mengatakan, kegiatan Pembinaan kali ini diikuti oleh 374 orang peserta dari 187 desa di […]

  • Puskesmas Desa Srimahi

    Pemerintah Desa Srimahi Ajak Masyarakat Kawal Pembangunan Puskesmas Srimahi

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASIVOICE.COM – Tambun Utara, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang bertujuan menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perawatan individu tingkat pertama. Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, merupakan Desa di Kabupaten Bekasi yang Akan mendapatkan realisasi pembangunan Puskesmas yang berlokasi di Perumahan Griya Srimahi Indah dengan memanfaatkan lahan fasilitas umum (fasum) perumahan […]

  • Pengurus FPRB Desa Sukamekar di Kukuhkan

    Pengurus FPRB Desa Sukamekar di Kukuhkan

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle MM
    • 0Komentar

      Bekasivoice.com – Sukawangi, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) tingkat Kecamatan Kecamatan Sukawangi kukuhkan pembentukan FPRB tingkat Desa Sekecamatan Sukawangi, Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Sukawangi pada 14/06/2023. Tujuh Desa yang dikukuhkan diantaranya Desa Suka mekar, Desa Suka tenang, Desa Sukaringin, Desa Sukabudi, Desa Sukakerta dan Desa Sukawangi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua FPRB Kabupaten […]

  • Pendaftaran Cabup & Cawabup Ade Kuswara Kunang & Asep Surya Atmaja Dikawal Ribuan Pendukungnya

    Pendaftaran Cabup & Cawabup Ade Kuswara Kunang & Asep Surya Atmaja Dikawal Ribuan Pendukungnya

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bekasivoice.com – Kedungwaringin, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Periode 2024-2029, pada Kamis, (29/8/2024). Dihantar ribuan pendukungnya yang membuat kemacetan cukup panjang di Jalan Pantura Rengas Bandung, pasangan Ade […]

  • Bertemakan Human Trafficking – AMPUH INDONESIA Sukses Gelar Seminar Nasional

    Bertemakan Human Trafficking – AMPUH INDONESIA Sukses Gelar Seminar Nasional

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bekasi Voice | Cikarang – Aliansi Masyarakat Penegak Supermasi Hukum (AMPUH) Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk “Human Trafficking” atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Grand Zuri Hotel Cikarang, Selasa (29/10/2024). Seminar ini dihadiri lebih dari seratus peserta dari berbagai kalangan, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu krusial ini. AMPUH Indonesia menghadirkan narasumber-narasumber kompeten di […]

  • Gelar Halal BI Halal | Aliansi Ormas Bekasi (AOB) Komitmen Jaga Iklim Investasi dan Kondusifitas Wilayah

    Gelar Halal BI Halal | Aliansi Ormas Bekasi (AOB) Komitmen Jaga Iklim Investasi dan Kondusifitas Wilayah

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASIVOICE.COM | Aliansi Ormas Bekasi komitmen memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Bekasi. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan Halal Bi Halal Aliansi Ormas Bekasi dan peringatan Hari Kartini di RM Warna Warni, jalan inspeksi kalimalang, Tambun, Senin, 21 April 2025. Hadir dalam kegiatan Halal Bi Halal […]

expand_less