Kabur Usai Dipergoki Satpam Hendak Mesum, Honda Brio dan Sopirnya Diamuk Massa di Grand Galaxy Park Bekasi
- account_circle Mabrur
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASIVOICE.com – Sebuah insiden menggemparkan terjadi di kawasan Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Minggu (31/5/2026) malam. Seorang pemuda berinisial MI (19) bersama seorang teman wanitanya menjadi sasaran amukan massa setelah berusaha kabur saat dipergoki petugas keamanan diduga tengah hendak berbuat mesum di dalam mobil Honda Brio merahnya yang terparkir di area Ruko Sentra Bisnis 3.
Akibat ulahnya sendiri, MI tidak hanya menanggung malu—ia harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka di kepala usai menjadi bulan-bulanan massa yang marah, sementara kendaraannya porak-poranda dengan kaca pecah dan bodi rusak di berbagai sisi.
Panik, Tabrak Tiang dan Senggol Pengendara Motor
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, memaparkan kronologi kejadian. Saat petugas keamanan berinisial M mendatangi kendaraan tersebut untuk melakukan pemeriksaan, pengemudi langsung panik dan tancap gas kabur dari lokasi.
Dalam kepanikannya melarikan diri, Brio tersebut menabrak tiang kaca di area ruko sebelum akhirnya melaju keluar menuju kawasan Lagoon.
“Saat hendak melakukan perbuatan tidak senonoh atau mesum, tidak lama kemudian datang sekuriti melakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut,” ujar Rojali. “Kendaraan sempat menabrak tiang kaca di area ruko dan melarikan diri ke arah Lagoon,” sambungnya.
Nahas, dalam pelarian tersebut, Brio diduga menyenggol seorang pengendara sepeda motor yang identitasnya hingga kini belum diketahui. Kejadian itu seketika memantik kemarahan pengendara motor lain, termasuk seorang warga berinisial E dengan kendaraan bernomor polisi B 4751 KHE yang juga menjadi korban. Pengejaran pun berlangsung spontan.
Dihentikan Paksa, Mobil dan Sopir Dihajar Massa
Brio tersebut akhirnya berhasil dihentikan di kawasan Lagoon. Namun alih-alih mendapat penanganan dari pihak berwenang, massa yang sudah terlanjur emosi langsung menghajar kendaraan maupun pengemudinya.
Video rekaman kejadian yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi Brio yang memprihatinkan—kaca depan, belakang, dan samping mobil hancur berantakan, sejumlah panel bodi penyok parah akibat hantaman massa.
MI sendiri mengalami luka di bagian kepala dan harus dievakuasi oleh dua saksi bernama A dan G ke Rumah Sakit Hermina Galaxy untuk mendapat perawatan medis. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Hanya kerugian material,” kata Rojali.
Kendaraan Honda Brio tersebut kini diamankan di Polsek Bekasi Selatan, sementara keterangan dari MI belum bisa diambil karena masih menjalani perawatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak yang diduga menjadi korban tabrak lari kepada pihak kepolisian setempat.
Orang Tua Korban Bantah Narasi Tabrak Lari
Pasca-kejadian, JT (45), orang tua MI, angkat bicara. Ia membantah narasi yang beredar bahwa anaknya menabrak warga lalu sengaja melarikan diri.
“Jadi yang katanya massa pada teriak maling, anak saya menyerempet anak kecil, kemudian tabrak orang lari, itu semuanya tidak ada,” tegas JT saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Meski begitu, JT menyatakan kesiapan keluarga untuk bertanggung jawab apabila di kemudian hari ada pihak yang terbukti menjadi korban. “Jika pihak-pihak yang mungkin terserempet atau apa, kami siap menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
JT juga mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialami anaknya akibat amukan massa. Selain luka di kepala akibat dipukul dengan helm, tubuh MI disebut penuh bekas sundutan rokok. Lebih brutal lagi, ada pihak yang diduga memasukkan pecahan kaca ke dalam mulut MI.
“Anak saya mengalami luka di kepala karena dihajar pakai helm. Kemudian sundutan rokok juga ada di beberapa bagian tubuh. Bahkan ada yang masukin pecahan kaca ke dalam mulutnya,” beber JT dengan nada getir.
Saat ini keluarga mengaku lebih fokus pada pemulihan kondisi MI dan belum berencana melaporkan dugaan penganiayaan yang menimpa sang anak. Terkait tuduhan hendak berbuat mesum di dalam mobil, JT meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum ada pembuktian resmi dari aparat berwenang.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa ini, termasuk dugaan tabrak lari yang menjadi pemicu kemarahan massa pada malam itu.
- Penulis: Mabrur
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://www.gridoto.com/