Breaking News
dark_mode
Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Warga Toyogiri Geger Temukan Granat Aktif di Selokan, Polisi Evakuasi ke Markas Gegana

Warga Toyogiri Geger Temukan Granat Aktif di Selokan, Polisi Evakuasi ke Markas Gegana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, BEKASIVOICE.com – Warga di kawasan Jalan Toyogiri, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan benda yang diduga granat tangan dalam kondisi masih aktif, Senin (17/8/2026) sore.

 

Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB oleh seorang pemulung yang melihat benda mencurigakan di sekitar selokan kawasan pertigaan Toyogiri.

 

Temuan itu kemudian disampaikan kepada warga dan diteruskan kepada ketua lingkungan. Laporan selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan.

 

Menerima laporan tersebut, petugas piket fungsi Polsek Tambun Selatan bersama personel Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Polisi kemudian memasang garis polisi dan mengamankan area guna mencegah warga mendekati benda yang dicurigai sebagai granat.

 

Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti, didampingi Perwira Pengendali Iptu Syapi’i, membenarkan adanya penemuan benda yang diduga granat tangan tersebut.

 

“Benar, Polsek Tambun Selatan bersama Polres Metro Bekasi telah melakukan pengecekan TKP terkait laporan masyarakat adanya benda diduga granat di Jalan Toyogiri, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan,” ujar Wuryanti.

 

Untuk memastikan keselamatan warga, polisi mengimbau masyarakat menjauh dari lokasi dengan radius sekitar 30 hingga 50 meter. Area sekitar lokasi juga diamankan sambil menunggu penanganan dari personel yang memiliki kompetensi khusus.

 

Penanganan kemudian dilakukan Tim Jibom Polda Metro Jaya. Tim khusus tersebut melakukan evakuasi terhadap benda berbahaya itu untuk selanjutnya dibawa ke Markas Gegana guna menjalani proses disposal sesuai prosedur penanganan bahan peledak.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Jibom, benda tersebut diketahui merupakan bom militer jenis granat tangan dengan diameter sekitar 60 milimeter, panjang 100 milimeter dan berat sekitar 410 gram.

 

Granat tersebut ditemukan dalam kondisi aktif dan berkarat. Benda itu juga masih dilengkapi safety pin** dan safety lever serta diduga merupakan granat buatan Inggris.

 

Polisi memastikan proses penanganan dilakukan secara khusus untuk mencegah risiko terhadap warga maupun petugas. Mengingat benda tersebut masih dalam kondisi aktif, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan apa pun terhadap benda mencurigakan yang ditemukan.

 

Wuryanti mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, membongkar, ataupun mencoba mengamankan sendiri benda yang diduga merupakan bahan peledak.

 

“Kalau mengetahui informasi seperti itu, segera hubungi 110 dan menjauh dari lokasi. Apabila di sekitar TKP sudah ada petugas kepolisian, masyarakat agar mematuhi setiap instruksi petugas demi keselamatan bersama,” imbaunya.

 

Penemuan granat aktif di kawasan permukiman tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat masyarakat dan aparat ketika menemukan benda mencurigakan. Dalam kasus ini, informasi yang segera diteruskan kepada kepolisian memungkinkan lokasi cepat diamankan dan benda berbahaya ditangani oleh tim yang berwenang.

 

Polisi kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil risiko ketika menemukan benda yang bentuk maupun kondisinya mencurigakan. Langkah paling aman adalah menjauh dari lokasi, mencegah orang lain mendekat, dan segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan 110. (Ccp)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi

expand_less