Diskusi Film Pesta Babi Karang Taruna SukemakarDiskusi Film Pesta Babi Karang Taruna Sukemakar

BEKASIVOICE.COM — Karang Taruna Desa Sukamekar menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Taman Baca Masyarakat Rumah Pelangi, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, belum lama ini. Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi bersama Pemuda ICMI Kota Bekasi dan Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi.

Acara ini menjadi ruang dialog bagi para pemuda dan masyarakat untuk memahami realitas sosial, budaya, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Papua melalui medium film dokumenter. Diskusi berlangsung hangat dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan Pemuda ICMI.

Panelis dari Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi, Farhan Balaswad, menyoroti isu Papua dari perspektif Islam dan relasi manusia dengan alam. Menurut dia, Islam memandang manusia sebagai khalifatul ardh atau pemimpin di muka bumi yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan kehidupan.

“Manusia memiliki kuasa, tetapi juga amanah untuk menjaga keberlangsungan kehidupan bersama alam dan seluruh makhluk,” ujar Farhan dalam diskusi tersebut.

Ia menilai pesan yang terkandung dalam film dokumenter Pesta Babi tidak hanya berbicara mengenai tradisi, tetapi juga tentang bagaimana manusia menjaga harmoni dengan lingkungan dan kebudayaannya.

Sementara itu, panelis dari Pemuda ICMI Kota Bekasi, Kamal Ihsan, memandang film tersebut dari sudut antropologi dan tradisi masyarakat Papua. Menurut dia, babi dalam budaya Papua memiliki nilai simbolik dan sakral yang erat kaitannya dengan kehormatan masyarakat adat.

“Babi bagi masyarakat asli Papua bukan sekadar hewan ternak, tetapi simbol kehormatan dan bagian dari identitas budaya mereka,” kata Kamal.

Ia menjelaskan, penggunaan simbol “pesta babi” dalam film dokumenter tersebut merupakan bentuk promosi nilai-nilai budaya agar masyarakat asli Papua tetap dapat mempertahankan cara hidup dan tradisi mereka di tengah perubahan zaman.

Kegiatan nobar dan diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya literasi budaya yang dikembangkan di Taman Baca Masyarakat Rumah Pelangi. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya pemutaran film hingga sesi dialog interaktif bersama narasumber.

Karang Taruna Sukamekar berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai ruang edukasi dan penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya dalam memahami keberagaman budaya di Indonesia.