Jan 17, 2026 /

Surat Gerindra Jabar Tentang Perayaan Tahun Baru Layak Jadi Inspirasi Kebijakan Nasional

Loading

BEKASIVOICE.COM | JAKARTA, Surat yang berisi instruksi DPD Gerindra Jawa Barat kepada seluruh DPC dan kadernya untuk tidak merayakan Tahun Baru dengan pesta pora dan menggantinya dengan Doa Bersama, sangat layak dijadikan inspirasi kebijakan nasional. Terutama dalam suasana duka akibat musibah banjir di Sumatra yang menelan banyak korban jiwa.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah kepada pers di Jakarta, Rabu (24/12/2025). “Instruksi Ketua Gerindra Jabar soal perayaan Tahun Baru itu sangat empatik, karena mencerminkan sikap kepekaan dan kepedulian sosial yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Menurut Toto, bencana alam yang baru-baru ini melanda Aceh meninggalkan duka yang mendalam, terutama karena banyaknya korban jiwa dan kerugian material. Karena itu, sangat tidak etis jika kita menggelar pesta meriah di tengah suasana berduka.

“Sebagai bangsa yang beragama, kita harus peduli terhadap derita sesama. Leluhur nusantara mengajarkan bahwa bangsa ini ibarat tubuh: jika salah satu bagian terluka, bagian lainnya juga merasakan sakit. Begitulah cara seharusnya merespons musibah yang menimpa saudara kita,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Toto mengusulkan agar instruksi Gerindra Jabar mengilhami elit politik dan khususnya pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional untuk perayaan Tahun Baru 2026 yang mencerminkan kepekaan dan kepedulian tersebut.

Sebagai contoh, ia mengusulkan kebijakan nasional untuk tidak menggelar pesta kembang api, konser musik, atau bentuk pesta hura-hura lainnya yang memakan banyak biaya. Lebih tepat jika kebijakan tersebut juga berbentuk Doa Bersama.

Bahkan, kata Toto, jika memungkinkan selain Doa Bersama juga dapat diadakan Taubat Bersama. Sehingga, aneka musibah alam di berbagai wilayah Indonesia dapat menggugah kita untuk bermuhasabah — bahwa semua kejadian ini bisa jadi akibat dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga  Segudang Pengalaman, Inilah Profil Novel Saleh Hilabi

“Jadi, Tahun Baru bukan hanya momen yang mendekatkan kita kepada Tuhan Allah SWT melalui Doa, tetapi juga momen untuk mengevaluasi sikap dan kelakuan kita selama ini. Mungkin karena sikap korup, serakah, atau sikap jahat lainnya,” tandasnya.

Menurutnya, dalam konteks seperti itu, taubat menjadi kunci agar dosa-dosa kita diampuni. Karena ini bukan urusan individu, maka yang ideal adalah taubat yang dilakukan bersama, yakni Taubat Nasional. (Deros/MD).

Redaksi

POPULER

TERBARU

dprd single

© 2024 BEKASIVOICE.COM

pop up2025