Lebaran 2026 kali ini, Wali Kota Bekasi mengungkapkan bahwa 60 persen warganya memilih untuk mudik, sementara sisanya yang disebut sebagai ‘pemain inti’ memilih untuk tetap di kota. Terungkapnya data ini memicu langkah pemkot dalam mengatur arus balik nantinya.
“60 persen dari warga kami sudah mudik, dan sisanya adalah yang kami sebut ‘pemain inti’ yang memilih untuk tetap di kota,” ungkap Wali kota Bekasi.
‘Pemain inti’ merujuk pada warga Bekasi yang berprofesi sebagai petugas essensial dan pekerja di sektor kritikal, yang diharapkan bisa menjaga kota berjalan normal saat hari raya. Sisanya yang berjumlah 60 persen meliputi beragam latar profesi dan latar belakang.
Pemkot Bekasi kemudian mengambil langkah lebih lanjut dengan memperkuat pengaturan lalu lintas untuk menghadapi arus balik yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 24 Maret 2026.
Kendati demikian, Wali Kota Bekasi juga mengimbau warganya yang mudik untuk menghindari tanggal puncak arus balik dan menyesuaikan jadwal kembali ke kota secara bijaksana untuk mencegah kemacetan. Dia berharap semua warga bisa segera bergabung kembali dan memulai aktivitas sehari-hari dengan baik pasca Lebaran.
