BEKASIVOICE.COM | MUARAGEMBONG, Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanggul Sungai Citarum di wilayah Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong jebol. Peristiwa ini menyebabkan rumah warga terendam banjir dan memutus sejumlah akses jalan desa.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Bekasi asal Daerah Pemilihan V dari Fraksi PDI Perjuangan, Napsin Giridawangsa. Ia turun langsung meninjau lokasi terdampak dan mendesak pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum serta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan langkah konkret.

Dalam tinjauannya, Napsin Giridawangsa menyatakan keprihatinannya atas musibah tahunan yang terus berulang di wilayah utara Bekasi tersebut. Ia menilai, penanganan tanggul selama ini hanya bersifat darurat dan belum menyentuh akar permasalahan.

Napsin Giridawangsa saat Memantau Langsung Jebolnya Tanggul

“Kami meminta BBWS Citarum tidak lagi menutup mata. Kejadian ini bukan yang pertama kali. Rakyat kami di Muaragembong selalu menjadi korban setiap debit air Citarum naik. Harus ada penguatan tanggul secara permanen, bukan sekadar tumpukan karung pasir yang sifatnya sementara, Apalagi sejauh ini ada beberapa titik yang rawan dan berpotensi jebol juga” tegas Napsin di lokasi kejadian pada Minggu, (25/1/2026).

Sebagai wakil rakyat dari Dapil V (Babelan, Tarumajaya, Muaragembong), Napsin menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Bekasi dan Pemerintah Pusat. Menurutnya, keterbatasan kewenangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan warga menderita.

“Pemerintah Daerah harus proaktif melakukan lobi dan koordinasi ke pusat. Jika memang ada kendala anggaran di BBWS, ajukan skema kolaborasi. Prioritas kita adalah keselamatan warga,” tambahnya.

Selain menuntut perbaikan infrastruktur, politisi PDI Perjuangan ini juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi untuk memastikan ketersediaan logistik dan posko kesehatan di titik-titik pengungsian serta tidak lupa perhatian kepada para petani dan pemilik tambak ikan yang terpaksa gagal panen.

“Saya sudah instruksikan tim di lapangan untuk mendata kebutuhan mendesak warga, mulai dari makanan siap saji, air bersih, hingga obat-obatan. Jangan sampai ada warga terdampak yang tidak tersentuh bantuan, Selain itu Karena saya sebagai sekretaris di Komisi II tentu saja perhatian kita pada para petani dan pemilik tambak yang gagal panen akibat banjir tersebut, maka ini perlu untuk menjadi perhatian bagaimana pemerintah daerah menyikapi hal tersebut” kata Napsin.

Sementara itu warga Muaragembong berharap aspirasi yang disampaikan melalui Napsin Giridawangsa dapat segera direalisasikan. Pasalnya, selain merendam pemukiman, banjir akibat tanggul jebol ini juga merusak sektor perikanan tambak yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga setempat. (MD)