Pemerintahan

LSM SOMASI Minta Publik Objektif Sikapi Lelang Bus Transpatriot Bekasi

Oleh Redaksi 15/01/2026

BEKASIVOICE.COM | Ketua Umum LSM SOMASI, Budi Ariyanto, angkat bicara terkait polemik pelelangan armada bus Transpatriot oleh PT Mitra Patriot (PTMP). Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak perlu menjadi kegaduhan selama seluruh prosesnya berjalan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika seluruh proses sudah sesuai prosedur, lalu di mana letak masalahnya? Mari kita bersikap objektif dan berpikir jernih (fresh thinking). Jauhkan diri dari kebencian atau rasa tidak suka yang berlebihan karena hal itu tidak produktif,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Budi menilai bahwa kritik masyarakat terhadap kebijakan publik adalah hal yang wajar dan penting sebagai fungsi kontrol sosial terhadap Pemerintah Daerah maupun pemangku kepentingan. Namun, ia menekankan agar kritik disampaikan secara proporsional.

“Saya sepakat kritik itu penting sebagai bentuk kontrol. Namun, netralitas dan semangat membangun harus menjadi prioritas, bukan didasari oleh prasangka, sentimen pribadi, atau kepentingan tertentu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pelelangan bus Transpatriot sebaiknya dipandang sebagai langkah efisiensi untuk menyelamatkan keuangan daerah. Mengingat operasional bus tersebut telah terhenti pada tahun sebelumnya, langkah ini dianggap rasional asalkan mengedepankan prinsip transparansi.

“Kebijakan ini perlu dilihat sebagai upaya penyelamatan aset dan efisiensi, selama seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan sesuai peraturan perundang-undangan,” tambah Budi.

Sebagai informasi, Transpatriot merupakan layanan bus perkotaan di Kota Bekasi yang sebelumnya beroperasi dengan sistem subsidi. Melayani rute strategis seperti Summarecon Bekasi hingga Pasar Alam Vida (Bantar Gebang), layanan ini sempat menjadi andalan transportasi nontunai yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Bekasi Barat sebelum akhirnya berhenti beroperasi. (Red).