![]()
BEKASIVOICE.COM | Cikarang Pusat – Suasana pelantikan pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bekasi periode 2026-2031 terasa berbeda. Kehadiran Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Sapto Noviantoro memberikan energi baru sekaligus “angin segar” bagi para pejuang literasi di Office Theater Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Jumat (09/01/2026).
Dalam momen hangat tersebut, Sapto Noviantoro memberikan penguatan strategis yang sangat diapresiasi oleh para pengurus. Ia mengajak Forum TBM untuk tidak lagi sekadar jadi tempat “pinjam buku”, tapi bertransformasi menjadi jantung peradaban desa.
Sapto menekankan pentingnya literasi terapan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi dan sosial. Menurutnya, TBM harus jeli melihat peluang kolaborasi dengan Pemerintah Desa agar program-programnya lebih “berotot”.
“Desa itu ibarat miniatur pemerintahan dengan beragam program pusat di dalamnya. TBM harus mampu melihat peluang dan menggali potensi yang ada untuk menjadi pusat pemberdayaan. Ke depan, sinergitas antara Forum TBM dan Pemerintah Desa memang harus kita naikkan levelnya,” ujar Sapto dengan penuh semangat.
Arahan dari Sekretaris DPMD ini disambut hangat oleh Muhaidin Darma, Sekretaris Forum TBM Kabupaten Bekasi. Muhaidin menilai, dukungan dari DPMD adalah jembatan emas yang selama ini dinantikan para relawan untuk memperkuat posisi mereka di mata pemerintah desa.
“Jujur, kami sangat mengapresiasi dukungan Pak Sekretaris DPMD. Ini momentum besar bagi kami untuk ‘ketuk pintu’ dan berkolaborasi dengan 179 desa serta 8 kelurahan di Bekasi. Dengan dukungan regulasi dan pembinaan dari DPMD, teman-teman di lapangan akan jauh lebih percaya diri,” ungkap Muhaidin.
Muhaidin juga tak menampik bahwa selama ini masih ada jarak antara pengelola TBM dan Pemerintah Desa. Banyak desa yang belum menyadari bahwa keberadaan TBM sebenarnya bisa mendongkrak nilai Indeks Desa. Di sisi lain, banyak relawan yang selama ini berjuang sendirian secara swadaya.
“Penguatan dari DPMD ini benar-benar angin segar. Sekarang saatnya menyinkronkan program literasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Jadi, program literasi nggak cuma di permukaan, tapi benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” tambahnya.
Harapannya, lewat sinergi yang makin akrab antara DPMD dan Forum TBM, indeks literasi di Kabupaten Bekasi bisa melesat naik. Ujung-ujungnya, tentu saja untuk meningkatkan Indeks Desa agar Kabupaten Bekasi makin cerdas dan sejahtera. (Red).