![]()
BEKASIVOICE.COM | BABELAN, Warga Perumahan Vila Indah Pulo Timaha yang berlokasi di perbatasan Desa Babelan Kota dan Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, akhirnya menempuh jalur audiensi untuk mencari solusi atas masalah banjir yang kian mengkhawatirkan. Pertemuan yang mempertemukan warga dengan perwakilan legislatif ini digelar di lingkungan RT 10/14, Desa Kedung Jaya, Minggu (4/1/2026).
Kondisi drainase yang buruk serta hilangnya saluran air akibat adanya perumahan baru ditengarai menjadi penyebab utama pemukiman warga kerap terendam banjir.
Ketua RT 10, Aris, mengungkapkan bahwa wilayahnya mulai menjadi “langganan” banjir sejak empat tahun terakhir. Menurutnya, masalah ini muncul seiring dengan adanya pembangunan proyek perumahan baru di sekitar wilayah mereka yang diduga menutup akses saluran pembuangan air.
“Setiap hujan turun, debit air dari area persawahan sangat luar biasa dan langsung mengalir ke perumahan kami. Dahulu air langsung mengalir ke sungai, namun sejak ada perumahan baru, aliran air tertahan dan berbalik ke pemukiman warga,” ujar Aris kepada media.
Ia berharap audiensi ini menjadi titik terang bagi warga untuk mendapatkan solusi teknis agar dampak banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat secara materiil maupun moril.
Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Ani Rukmini, menyatakan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Bekasi tidak boleh mengorbankan hak-hak warga yang sudah ada sebelumnya.
Prinsipnya harus ada solusi yang tidak merugikan masyarakat. Apakah itu melalui pengembalian fungsi sudetan atau rekayasa lahan, semua harus dibuat efektif dan tuntas,” tegas legislator dari Dapil V tersebut.
Ani juga memastikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mendorong dinas terkait untuk melakukan survei teknis di lapangan. Hal ini bertujuan agar penanganan banjir memiliki dasar kajian yang kuat dan tepat sasaran.
Audiensi yang difasilitasi oleh Yayasan REVO Humanity Indonesia ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya,kepala Desa Babelan Kota, Saidi David, Ketua BPD Kedung Jaya, M. Toha, Kepala Dusun, Perwakilan pengurus RT dan RW setempat, Unsur TNI/Polri melalui Babinsa dan Bimaspol Desa Babelan Kota serta Kedung Jaya.
Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi antara warga, pemerintah desa, pengembang, dan pemerintah daerah demi memulihkan kenyamanan lingkungan di Perumahan Vila Indah Pulo Timaha. (MD).