Lingkungan

5 Hari Terendam, 65 Persen Warga Pantai Harapan Jaya Muaragembong Terdampak Banjir

Oleh Redaksi 15/01/2026

BEKASIVOICE.COM | MUARAGEMBONG, Sudah memasuki hari kelima, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, masih berjibaku dengan genangan air. Luapan Sungai Ciherang ditambah curah hujan yang nggak ada habisnya bikin aktivitas warga terganggu.

Hingga hari ini, ketinggian air terpantau masih berada di angka 20 hingga 50 cm. Kondisi ini memaksa warga untuk tetap siaga di tengah kepungan banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda bakal surut dalam waktu dekat. (15/1/2025).

Data terbaru menunjukkan dampak banjir kali ini nggak main-main. Sebanyak 21 RT dilaporkan terendam, dengan estimasi sekitar 65 persen warga desa terdampak langsung oleh bencana tahunan ini.

Cecep | Kaur Trantib bersama Babinsa dan Linmas Desa PHJ

 

Kepala Urusan (Kaur) Trantib Desa Pantai Harapan Jaya, Cecep, mengungkapkan bahwa pihaknya terus bergerak di lapangan untuk memastikan keselamatan warga. Bersama Bimaspol dan Babinsa, patroli rutin terus dilakukan ke titik-titik parah.

“Kami bareng Bimaspol dan Babinsa sudah turun langsung memberikan imbauan ke masyarakat. Fokus kami adalah keselamatan jiwa. Warga diminta ekstra hati-hati, terutama soal instalasi listrik dan ancaman binatang liar seperti ular yang sering muncul saat banjir begini,” ujar Cecep saat dikonfirmasi.

Bagi warga setempat, banjir seolah sudah jadi ‘tamu tak diundang’ yang rutin datang setiap tahun. Namun, hal ini bukan berarti mereka pasrah. Karniti, salah satu warga yang terdampak, menyuarakan keresahannya terkait penanganan infrastruktur yang dinilai lambat.

Karniti | Warga Kp. Bulak

 

“Ya begini kondisinya, tiap tahun harus ngerasain banjir. Kami berharap banget ada tindakan nyata dari pemerintah, terutama soal perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai. Kalau nggak ada perbaikan permanen, ya kami bakal begini terus setiap hujan deras,” keluh Karniti.

Banjir yang menggenangi Desa Pantai Harapan Jaya ini dipicu oleh dua faktor utama:

1. Intensitas Hujan Tinggi: Curah hujan ekstrem di wilayah Bekasi dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.

2. Luapan Sungai Ciherang: Debit air sungai yang melebihi kapasitas membuat air meluber ke pemukiman warga di wilayah dataran rendah.

Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan logistik dan pemantauan kesehatan, mengingat air yang menggenang selama lima hari berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kulit, seperti kutu air dan gatal-gatal. (MD).