Berita, Kesehatan, Legislatif

Anggota DPR-RI Obon Tabroni Bersama BPOM Sosialisasikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Desa Sukatenang

Oleh Redaksi 10/06/2025

BEKASIVOICE.COM | Sukawangi, Anggota DPR-RI Komisi IX Obon Tabroni Fraksi partai Gerindra menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi di Yayasan Attaqwa 23, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kab. Bekasi. (10/6/2025).

Obon Tabroni dalam sambutannya kepada masyarakat sukatenang memaparkan tentang apa saja yang menjadi mitra kerja komisinya saat ini.

“Alhamdulillah saat ini kita bisa bersilaturahmi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan di salah satu wilayah Bekasi paling Utara, Bapak, Ibu, saat ini saya ditugasin Bapak Prabowo punya mitra kerja dengan Kesehatan, Ketenagakerjaan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pekerja Migran, dan Badan Gizi Nasional. Saya engga ngomongin pembangunan dan sebagainya tapi lebih apa yang menjadi mitra kerja saya, untuk itu hari ini bersama BPOM kita akan simak pemaparan dari Bapak I Made Bagus sebagai Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandung” Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga bercerita tentang Bagaimana kondisi wilayah Kabupaten Bekasi hari ini dimana banyak sekali peredaran Obat-obatan jenis Tramadol dan Eximer dimasyarakat yang perlu diwaspadai.

“Bapak Ibu tau ga hari ini banyak obat dijual di kampung-kampung yang dibeli sama anak-anak muda, yang kalo dikonsumsi bisa ada efeknya, mulai sekarang kudu waspada kalo perlu gerebeg aja kalo ada yang jual ilegal” Tegasnya.

Dirinya juga memaparkan tentang peredaran bahaya obat-obatan tersebut yang saat ini menjadi sorotan di Kabupaten Bekasi.


Sementara itu Ketua Yayasan Attaqwa 23 H. Abdul Rohman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas diselenggarakannya Sosialisasi KIE oleh Anggota DPR-RI Obon Tabroni.

“Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran anggota DPR-RI Bapak H. Obon Tabroni, mudah-mudahan bisa membawa aspirasi masyarakat kita yang ada disini terutama terkait pembangunan sarana pendidikan pondok pesantren ditempat ini”. Jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan terkait menjadi konsumen cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi Obat dan Makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Bandung. (MD).