BEKASIVOICE.COM | CIKARANG UTARA– Pemandangan tak biasa dan jauh dari kata kondusif tersaji di Job Fair “Bekasi Pasti Kerja” yang digelar di President University Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/5/2025). Ribuan, bahkan puluhan ribu, pencari kerja (pencaker) yang membanjiri lokasi harus menelan pil pahit kekecewaan. Antusiasme tinggi mereka justru berujung pada kekacauan massal yang mencoreng nama baik penyelenggara, yang dinilai minim persiapan dan gagal mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Sejak pukul 06.30 WIB, lautan manusia sudah mengular di depan gerbang. Salah seorang pencaker yang tidak mau disebutkan Namanya tak bisa menyembunyikan kekesalannya. “Pintu masuk yang disediakan tidak memadai,” keluhnya. “Pintu samping pun sudah dipadati pencaker dan sulit untuk masuk karena sudah antre panjang.”
Situasi pun tak butuh waktu lama untuk memanas. Dorong-dorongan tak terhindarkan, bahkan sempat pecah keributan antar pencari kerja yang frustrasi. Kepadatan ekstrem ini membuat pergerakan nyaris mustahil, dan tak sedikit pencaker, terutama wanita, pingsan akibat sesak napas. Tim Palang Merah Indonesia (PMI) berjibaku mengevakuasi korban yang kelelahan pingsan.
Seorang pencaker lain dengan nada kecewa menyoroti amatirnya panitia. “Kalau saya lihatnya panitia kaget dengan puluhan ribu pencaker yang datang. Seharusnya sudah ada upaya antisipasi, supaya enggak ada kejadian kayak gitu,” ujarnya. Lebih jauh, ia mengkritik metode konvensional yang masih diusung panitia di era serbadigital ini. “Segini banyaknya orang yang ngelamar kerjaan, tapi akses untuk masuk terbatas. Sekarang ‘kan era digital, kenapa cara yang dipakai masih konvensional sih? Kalau konsep melamar kerjanya via scan barcode kenapa enggak online aja, Pak/Bu? Lebih efektif dan efisien, kasihan itu orang-orang sampai berjubel kayak gitu, padahal ada cara lebih baik,” keluhnya.
Bahkan bagi mereka yang berhasil menerobos masuk, kekecewaan belum berakhir. Mereka justru dihadang dan dihalau oleh petugas Satpol PP. “Kami yang di luar sangat menyesalkan, Pak,” ujar seorang pencaker, mungkin karena alasan keamanan dan kenyamanan di dalam ruangan yang sudah terlampau padat.
Menanggapimembeludak nya Pencaker ini. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, tak tinggal diam. Ia mengakui tingginya animo masyarakat dan berjanji Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera merencanakan gelombang baru job fair dalam waktu dekat. Gelaran berikutnya ditargetkan menghadirkan lebih banyak lowongan kerja dengan skema pelaksanaan yang jauh lebih baik dan terorganisir.
Bupati Ade Kuswara Kunang menilai membludaknya peserta di acara ini adalah indikator kuat tingginya kebutuhan masyarakat akan lapangan kerja. Ia menegaskan bahwa dalam job fair selanjutnya, afirmasi tenaga kerja lokal akan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami ingin masyarakat kita menjadi yang pertama merasakan manfaat dari iklim investasi yang berkembang di wilayah ini,” tegas Ade Kunang. Ia berharap agar lebih banyak perusahaan aktif memberikan kesempatan bagi warga Kabupaten Bekasi untuk terlibat di dunia kerja formal.
Akankah janji ini terwujud dalam gelaran job fair berikutnya? Kita tunggu saja upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memastikan kesempatan kerja yang layak dan terorganisir bagi warganya.( Red )